Bantu Produksi Nelayan di Indonesia Timur, ATW Solar Ciptakan Ice Maker 'Unik' Bertenaga Surya
Bantu nelayan di Indonesia Timur, ATW Solar sukses ciptakan Ice Maker dengan mesin bertenaga panel surya.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT ATW Solar menyebut selama ini para nelayan di daerah pelosok, khususnya wilayah Indonesia Timur, memproduksi es batu dengan alat bermesin diesel.
Alat pembuat es batu bermesin diesel membutuhkan bahan bakar minyak. Sebabnya karena tak terjangkaunya listrik ke daerah-daerah terpencil.
Dampaknya, para nelayan jadi sulit mendapatkan es batu.
• Program Bayi Tabung Irwansyah dan Zaskia Berhasil, Ini Wajah Ceria Keduanya Lihat Embrio/Calon Janin
• Wajah Bercahaya Ashraf Sinclair di Potret Bareng Ibu BCL & Khadijah, Momen Ultah Terakhir, HBD Ash
Hal itulah yang memotivasi PT Selaras Mandiri Tehnik (AIREF) dan PT ATW Sejahtera (ATW Solar), di bawah koordinasi oleh GIZ (Badan Kerjasama Indonesia-Jerman), untuk mengembangkan mesin pembuat es tenaga surya.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Engineering Manager ATW Solar, Eduardus Pandik.
"Latar belakang kita dalam menghadirkan proyek ini karena, kita melihat para nelayan di daerah pelosok, khususnya wilayah Indonesia Timur, membuat esnya dengan alat bermesin diesel yang membutuhkan bahan bakar minyak, hal ini disebabkan karena tak terjangkaunya listrik ke daerah-daerah terpencil, sehingga para nelayan juga sulit mendapatkan es," kata Eduardus kepada TribunJatim.com, dalam pembahasan proyek mesin pembuat es batu itu telah berlangusng Jumat (6/3/2020) di PT Surya Panel Industri.
• Jadikan Jatim Kawasan Eco Green, Disnaker Siapkan Proyek Mesin Pembuat Es Batu Bertenaga Surya
• Wali Kota Risma Semprot Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jadi Stres, Risma: Marah adalah Hobinya
Dikatakannya, keunikan mesin ini jika dibandikan mesin tenaga surya lainnya, ada pada pemanfaatan baterai yang sesedikit mungkin sehingga biayanya lebih kecil.
"Keunikan mesin ini ada pada pemanfaatan baterai yang sesedikit mungkin sehingga biayanya lebih kecil dibanding mesin es tenaga surya pada umumnya," ujar Eduardus.
Ia juga mengatakan, dengan berlimpahnya cahaya matahari di Indonesia, tentu saja penggunaan mesin pembuat es tenaga surya ini menjadi lebih ekonomis dibanding dengan yang bermesin diesel, khususnya di daerah terpencil.
• Angkut 76 Kayu Jati Tanpa Surat Sah, Blandong Kayu Disergap Polisi di Depan Pasar Gedangan
Ditanya soal hasil hebat produksi apa yang bisa dilakukan atau dihasilkan mesin tersebut, Eduardus menjelaskan mesin ini dapat membuat hingga 250 ton es dalam satu tahun.
Artinya mesin ini dapat mendinginkan 500 ton ikan, sehingga hal ini dapat menciptakan pendapatan hingga 70.000 dolar AS (sekitar 950 juta rupiah) dan dapat meningkatkan daya jual dan kesejahteraan para nelayan di pelosok.
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/engineering-manager-atw-solar-eduardus-pandik.jpg)