Antisipasi Virus Corona di Jawa Timur
Ribuan Masyarakat Bersama Forkopimda Blitar Raya Ikut Senam Sehat, Cegah Virus Corona 'Tanpa Panik'
Ribuan masyarakat bareng Forkopimda Blitar Raya ikut senam bareng, jadi cara waspada terhadap virus Corona.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Ribuan masyarakat Blitar Raya mengikuti acara Car Free Day (CFD) di Jalan Merdeka atau depan Alun-alun Kota Blitar, Minggu (8/3/2020).
Acara itu dilakukan sekaligus sebagai upaya sosialisasi waspada virus Corona dan perilaku hidup sehat untuk masyarakat Blitar Raya.
Sejumlah pejabat Forkopimda Blitar Raya hadir dalam acara itu.
Antara lain Plt Wali Kota Blitar, Santoso dan Bupati Blitar Rijanto.
Tak ketinggalan Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela; Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, dan Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Kris Bianto, ikut hadir di acara itu.
Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan masyarakat se-Blitar Raya juga mengikuti acara Car Free Day.
"Acara ini diikuti Forkopimda dan semua elemen masyarakat di Blitar Raya," kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso.
Acara Car Free Day diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti semua peserta. Setelah jalan sehat, para peserta berkumpul kembali di Jl Merdeka atau di depan Alun-alun Kota Blitar untuk mengikuti senam sehat.
Setelah itu, para peserta Car Free Day diberikan sosialisasi petunjuk cuci tangan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona.
Dalam acara itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian handuk gratis ke masyarakat.
"Acara ini bagian upaya sosialisasi kewaspadaan pencegahan virus Corona ke masyarakat. Karena merebaknya virus Corona menimbulkan kecemasan dan kepanikan yang luar biasa di masyarakat," ujarnya.
Santoso mengatakan kasus virus Corona harus disikapi secara proposional dan profesional.
Dia meminta masyarakat tidak perlu cemas dan panik secara berlebihan dengan merebaknya virus Corona. Tidak perlu ada aksi borong sembako maupun masker di masyarakat.
"Kita harus menyikapi fenomena ini secara proposional dan profesional. Artinya, kalau ada tetangga pulang dari luar negeri, tentunya sudah diamati baik oleh pemerintah pusat dan daerah apakah yang bersangkutan terindikasi kena virus Corona apa tidak," katanya.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat peka dengan kondisi di lingkungannya.
Misalnya, kalau ada tetangga yang baru pulang dari luar negeri, khususnya dari negara terpapar dan mengalami gejala demam, batuk, dan gangguan pernapasan segera dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit.
"Sampai hari ini, di wilayah Blitar Raya, baik di Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar belum ditemukan kasus Corona. Tapi, kami tetap waspada, salah satunya dengan menyiapkan penanganan khusus di rumah sakit kalau ada kasus. Mudah-mudahan Blitar Raya aman," katanya.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela menambahkan lewat kegiatan Car Free Day ini ingin mengajak masyarakat kembali menerapkan hidup sehat.
Hidup sehat bisa dimulai dari hal paling sederhana, yaitu, rajin mencuci tangan.
Menurutnya, mencuci tangan merupakan cara paling ampuh dan utama untuk mencegah serta menghilangkan virus.
"Kegiatan ini untuk mengingatkan dan mengajak kembali masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah segala penyakit," katanya.
Selain itu, kata Leonard, kegiatan ini juga untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terlalu cemas dan khawatir secara berlebihan dengan merebaknya kasus virus Corona.
Menurutnya, sempat terjadi kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dengan merebaknya kasus virus Corona.
"Kami juga memperingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi seperti ini untuk mencari keuntungan. Misalnya dengan menimbun masker atau menjual masker dengan harga tidak wajar. Karena akan ada akibat hukumnya," katanya.
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/senam-sehat-bareng-forkopimda-blitar-raya.jpg)