Perhiasan Ramah Lingkungan dari Bambu ala Mahasiswi UC Surabaya, Pernah Diusung di NY Fashion Week

Tanaman bambu diolah mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya menjadi perhiasan ramah lingkungan hingga diusung di NY Fashion Week.

Penulis: Mayang Essa | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/MAYANG ESSA
Michiellina Evelyn Soefianto, mahasiswi fashion design bussines Universitas Ciputra Surabaya memanfaatkan tanaman bambu sebagai perhiasan ramah lingkungan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tanaman bambu umumnya digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur seperti kursi dan meja.

Di tangan Michiellina Evelyn Soefianto, mahasiswi fashion design bussines Universitas Ciputra Surabaya dimanfaatkan sebagai produk fashion menarik. 

Yakni perhiasan dengan ornamen bambu dan alternatif kristal dengan label ‘Bamboo Blink’.

Mahasiswi UC Surabaya Ubah Tutup Botol Bekas Jadi Kacamata, Karyanya Nangkring di NY Fashion Week

Kreasi Michiellina ini diusung dalam gelaran New York Fashion Week 2020. 

Menurutnya, bambu merupakan bahan perhiasan yang jarang digunakan sebagai bahan membuat produk fashion dan pastinya ramah lingkungan.

Hal ini sesuai tema yang dianut dalam karyanya yaitu sustainable fashion. 

Cerita Wali Kota Risma Diselamatkan Anak Indigo, Nyawa Hampir Terancam, Ada Ancaman Pembunuhan Lain

Kumpulan Status yang Ditulis Siswi Bunuh Bocah 6 Tahun, Video Bertopeng Bikin Bulu Kuduk Bergidik

Tidak hanya bambu, dirinya mempercantik perhiasan dengan alternatif kristal yang dibuat dari serbuk tawas. 

“Alasan memilih tawas karena masih jarang di Indonesia. Dan membutuhkan waktu untuk saya akhirnya melakukan riset di negara lain,” paparnya, Senin (9/3/2020). 

Ia melakukan riset untuk dapat mengetahui bagaimana tawas dapat dibentuk menjadi batu kristal tidak keruh dan tampak mengkilap. 

Contek Gaya Top Mesh Organza Motif Polkadot ala Stylish Chelshea Flo, Rekomendasi Buat Outfit Pesta

Dalam tahapan pembuatannya, Michiellina membuat konsep bentuk dan warna yang sedang tren di 2020. 

“Tren perhiasan di tahun ini lebih ke nuansa warna gold. Oleh karenanya, saya memakai silver berwarna emas yang tidak mudah membuat iritasi pada kulit,” jelasnya.

Selanjutnya, memasuki tahapan pembentukan bambu dengan teknik laminasi.

Tips Tampil Gaya Disko 90an yang Gonjreng ala Rodeo Pradani, Coba Jaket Bahan Parasut Warna-warni

Yaitu bambu dipress hingga pipih hingga berbentuk plat dengan unsur serat natural. 

“Sedangkan untuk pembentukan kristal, bubuk tawas diberi air panas dan didiamkan selama 24 jam. Lalu ditumbuhi terlebih dahulu hingga terbentuk heksagon,” paparnya. 

Dalam satu perhiasan bambu dan alternatif kristal, dirinya membutuhkan waktu selama dua minggu pengerjaan tanpa trying error. 

Penulis: Mayang Essa

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved