Louisa Zais Musisi Asal Surabaya Yang Kembangkan Karir di Australia, Kini Rambah Indonesia

Louisa Zais, Musisi Asal Surabaya yang kembangkan karirnya di Australia, bagi publik Surabaya, nama Louisa Zais sudah tidak asing lagi

Louisa Zais Musisi Asal Surabaya Yang Kembangkan Karir di Australia, Kini Rambah Indonesia
istimewa
Louisa Zais, Musisi Asal Surabaya 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Louisa Zais, Musisi Asal Surabaya yang kembangkan karirnya di Australia, bagi publik Surabaya, nama Louisa Zais sudah tidak asing lagi. Sebab, beberapa kali, musisi kelahiran Kota Pahlawan 9 April 1990 mengadakan konser tunggal, dan sukses.

Salah satunya ketika dia memadukan orkestra dengan sentuhan gamelan, serta disupport oleh 12 pianis sekaligus di Grand City Convention Hall Surabaya.

Konser itu dihadiri ribuan masyarakat. Kini, beberapa tahun berselang, Louisa ternyata tengah mengembangkan karir di Australia. Di Negeri Kanguru tersebut, sulung dari dua bersaudara itu juga sibuk bermusik. Bahkan, sempat didaulat menjadi guru musik di salah satu sekolah musik terbaik di sana.

Selama berkarir di Australia, Louisa telah melahirkan mini album dengan banyak single. Salah satunya 2915 Miles.

Lagu itu terinspirasi dari kisah long distance relationship (LDR) sang Adik yang berujung pada pernikahan.

”Karena mempertahankan hubungan dalam jangka waktu lama dengan status LDR itu sangat berat. Jadi, 2915 itu adalah jarak dari Surabaya – Melbourne,” katanya.

Menariknya, dalam setiap komposisi yang dia luncurkan, Louisa tak lupa menyelipkan sentuhan Indonesia. Termasuk di lagu terbarunya kali ini yang memasukkan unsur gamelan. Di komposisi sebelumnya, seperti I Am Dreaming dan Christmast Miracle, musisi yang pernah meluncurkan mini album pada 2017 lalu itu juga memasukkan unsur tradisional.

Seperti gamelan Bali, seruling Sunda, dan beberapa instrument lain. Hal yang sama dia lakukan saat mengajar. Kepada murid-muridnya yang kebanyakan bule, Louisa mencoba mengenalkan Indonesia.

”Dan mereka tertarik sekali. Mereka makin penasaran dengan apa itu gamelan,” jelas Louisa yang kini lebih dikenal dengan nama Louisa Ribbonacci.

Dalam setiap lagunya juga, Louisa banyak menyampaikan pesan tentang kepercayaan diri, insecure, dan antibullying terutama kepada kaum hawa. Ke depannya, Louisa masih akan berkarir di Australia dan beberapa negara lain.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved