Virus Corona di Blitar
Ada 30 Orang Masuk Data Kontak Erat dengan Kepala Kemenag Blitar Wafat Status PDP Corona: Dipantau
Dinkes Kota Blitar memetakan orang yang melakukan kontak erat dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar yang meninggal.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinkes Kota Blitar memetakan orang yang melakukan kontak erat dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar.
Dinkes Kota Blitar menyebutkan ada lebih 30 orang yang masuk data kontak erat dengan pasien di tiga lokasi. "Mulai kemarin kami langsung melakukan pemetaan dan membagi tim untuk tracing di beberapa lokasi," kata Satgas Dinkes Kota Blitar, Didik Jumianto, Minggu (5/4/2020).
Didik mengatakan dari hasil penelusuran, tim mendata ada 17 orang di Kantor Kemenag Kota Blitar yang kontak dengan pasien.
• UPDATE CORONA Blitar Minggu 5 April, 1 Pasien Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Tetap Isolasi Seminggu
• Polres Blitar Kota Bagikan 200 Paket Sembako ke Warga Terdampak Wabah Virus Corona
• Berstatus PDP Virus Corona, Kepala Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia
Mereka, para pegawai Kantor Kemenag Kota Blitar yang masuk terakhir pada 24 Maret 2020.
Selain di Kantor Kemenag Kota Blitar, Dinkes juga mendata ada delapan orang di Tanjungsari, Kota Blitar, yang melakukan kontak erat dengan pasien. Delapan orang di Tanjungsari ini merupakan keluarga pasien dan beberapa orang lain.
"Driver almarhum juga kami pantau. Driver dan keluarganya ada lima orang. Juga ada tujuh lagi pegawai Kemenag Kota Blitar yang masuk data kontak erat. Mereka masuk orang dengan risiko (ODR), meski tanpa gejala," katanya.
Dinkes Kota Blitar juga bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Blitar untuk menelusuri orang yang melakukan kontak erat dengan pasien di tempat tinggal pasien di wilayah Ponggok, Kabupaten Blitar.
"Almarhum asli Tanjungsari Kota Blitar, tapi domisili di Ponggok, Kabupaten Blitar. Kami kerja sama dengan Dinkes Kabupaten Blitar untuk tracing di tempat tinggal pasien di Ponggok," ujarnya.
Dia menjelaskan Dinkes melakukan safe monitoring kepada orang-orang yang masuk data kontak erat dengan pasien. Sejumlah orang yang masuk data kontak erat dengan pasien tetap bisa beraktivitas tetapi harus mematuhi pedoman pencegahan penyebaran virus Corona.
"Mereka harus pakai masker dan menerapkan physical distancing," katanya.
Menurutnya, pegawai Kemenag Kota Blitar yang ikut pelatihan haji di Surabaya hanya dua orang. Yaitu, Kepala Kemenag dan satu pegawai penyuluh. "Dari pantauan kami, kondisi kesehatan pegawai penyuluh baik. Dia melakukan isolasi mandiri di rumah," ujarnya.
Sebelumnya, satu PDP virus Corona meninggal di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar. PDP yang meninggal merupakan Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar yang memiliki riwayat mengikuti pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Dalam rilis yang diterima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Virus Corona/Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menyampaikan satu PDP laki-laki berinisial MS usia 53 tahun asal Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar meninggal dunia saat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Jumat (3/4/2020) pukul 22.00 WIB.
Penulis : Samsul Hadi
Editor : Sudarma Adi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/satgas-dinkes-kota-blitar-didik-jumianto.jpg)