Jelang Wafat Isa Al Masih, Gereja di Surabaya Siapkan Live Streaming
Menjelang perayaan Wafat Isa Al Masih yang jatuh pada Jumat (10/4/2020) mendatang. Sejumlah Gereja di Surabaya melakukan beberapa persiapan.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjelang perayaan Wafat Isa Al Masih yang jatuh pada Jumat (10/4/2020) mendatang. Sejumlah Gereja di Surabaya melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah Gereja Katholik Paroki Kristus Raja, Jalan Residen Sudirman Nomor 3, Kota Surabaya.
Nantinya, pihak gereja tersebut akan melakukan perayaan sebanyak 4 kali.Yakni Hari Kamis (9/4/2020) pukul 18.00 Wib, Jumat (10/4/2020) pukul 09.00 Wib dan pukul 17.00 Wib, Sabtu (11/4/2020) pukul 18.00 Wib, serta Minggu (12/4/2020) pukul 09.00 Wib.
Pastur Kepala Paroki Gereja Katholik Kristus Raja, Romo Agustinus Dodik Ristanto, mengatakan, sejumlah perlengkapan telah disiapkan di dalam gereja.
Seperti keperluan upacara yang disiapkan oleh tim seksi liturgi, dan kebutuhan live streaming juga disediakan oleh tim seksi Komunikasi Sosial (Komsos). Mulai dari kamera, jaringan internet, sound system dan penerangannya.
"Kami juga bekerja sama dengan SBO TV. Jadi, selain disiarkan live streaming. Perayaan Wafatnya Isa Al Masih sebanyak 4 kali juga disiarkan di stasiun tv tersebut. Supaya, jemaat yang tidak memiliki jaringan internet yang cukup bisa mengikuti misa di televisi. Dengan durasi kurang lebih satu jam," tuturnya di lokasi, Selasa sore (7/4/2020).
Kendati demikian, Romo Dodik mengakui, ada beberapa kendala dalam selama menyelenggarakan Misa Streaming pada beberapa pekan yang lalu. Yakni, jaringan internet yang tidak stabil.
Mulai Hari Kamis, lanjut Dodik, perayaan tersebut ditandai dengan Kamis Putih yang bertujuan untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus Kristus. Kemudian, dilanjut pada Hari Jumat dengan upacara Jalan Salib. Sebuah kegiatan untuk mengenang peristiwa jalan salib.
Lalu, pada Jumat Sore, ada upacara penghormatan jalan salib. Dalam upacara tersebut, jemaat katholik diajak untuk menghormati wafat dan sengsaranya Yesus ketika disalib. Sebagai jalan penebusan dosa manusia.
Puncaknya, tuntas Dodik, pada Sabtu malam dilakukan Sabtu Malam Paskah. Yaitu, mengenang kebangkitan Yesus dengan diwarnai upacara cahaya, sebagai lambang kebangkitan yesus dalam sebuah kegelapan yang menerangi dunia.Perayaan wafat isa al masih ditutup pada hari minggu dalam sebuah acara minggu kebangkitan.
Saat ini, tercatat ada 7800 jemaat Gereja Katholik Paroki Kristus Raja yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
"Beberapa hari yang lalu kami mencoba menganalisa sebaran jumlah penonton di Youtube dan media sosial lainnya, antusiasnya lumayan banyak. Berkisar antara 2000 sampai 3000 viewer," paparnya.
Romo Dodik berpesan kepada masyarakat untuk selalu memiliki pengharapan kepada tuhan bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
"Pada dasarnya kita mempunyai kelemahan yang sama. Ketika dihadapkan situasi semacam ini, Semua kemampuan dan logika yang kita miliki tidak ada nilainya, jika ditunjukkan sebuah ketidakberdayaan. Akhirnya, kita menyadari bagaimana kelemahan kita. Sehingga, semua orang perlu bekerja sama. Tidak ada hal yang lebih satu sama lain," ucapnya.(Febrianto /Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-gereja-katholik-surabaya-jelang-kenaikan-isa-al-masih.jpg)