Cerita Ivone Suhartono Bikin Bisnis Kuliner ala Jepang, Bermula Nostalgia Menu Favorite Gyutan Don

Inilah cerita Ivone Suhartono memulai bisnis kuliner ala Jepang yang bermula dari makanan favoritenya yakni Gyutan Don.

ISTIMEWA
Sosok Ivone Suhartono. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berawal dari makanan favorite Gyutan Don yang kerap disantap semasa kuliah di Australia, Ivone Suhartono memulai bisnis kuliner ala Jepang.

Dia bersama sang suami dan beberapa rekan semasa kuliahnya menghadirkan menu Gyutan Don, mengingat kembali masa kuliah.

Ivone Suhartono mengatakan, mayoritas mahasiswa Indonesia di Melbourne suka dengan menu ala Jepang ini.

RESEP Chicken Fajitas Wrap ala Chef Arya, Makanan Sehat Buat Tingkatkan Imun Tubuh saat Wabah Corona

"Motivasi dasarnya karena suka banget Gyutan Don yang saya harap orang-orang di sini tau menu ini," kata Ivone Suhartono.

Gyutan Don terdiri atas lidah sapi berbumbu pedas dan gurih dihidangkan bersama satu mangkuk nasi putih.

Semasa kuliah, diceritakan Ivone, ia dan beberapa rekannya rela mengantri di Resto Menya untuk menikmati menu Gyutan Don.

Permintaan Tulus Aurel Hermansyah ke Anang-Krisdayanti Jika Ia Nikah, Raul Lemos Disinggung

Tingkah Syahrini Bangun Tengah Malam Demi Puaskan Suami, Mertua Terlibat, Dipuji Reino: The Best!

Kini untuk menikmati menu yang satu ini, tak perlu jauh ke Australia.

Ivone dan rekan bisnisnya menghidangkan menu Gyutan Don di Negiya Dining Galaxy Mall.

"Saya dan suami sangat suka dengan menu Gyutan Don. Nostalgia, kangen ingin makan jadi kami bawa menu ini ke Surabaya," kata perempuan kelahiran Kediri.

Cerita Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Malang, Jeli Pilih Info Biar Imun Tubuh Tak Drop

Ivone mengaku, ingin menyajikan menu andalannya mirip dengan Gyutan Don favoritnya selama di Australia.

Masakan Gyutan Don di Negiya Dining disajikan oleh koki yang bersekolah di Australia.

Menggunakan selected cut beef tongue, koki memasak 1/3 dari seluruh lidah sapi kemudian dibalut bumbu bercitarasa pedas dan gurih.

"Kalau tidak suka lidah sapi, bisa diganti daging sapi. Ini kami masak rasa, irisan dan sajiannya mirip dengan yang ada di Australia," kata dia.

Penulis: Nur Ika Anisa

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved