Wabah Virus Corona Mendunia

Piala Thomas dan Uber 2020 Belum Jelas, PBSI Siap Patuhi Keputusan BWF

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengaku masih menunggu keputusan BWF tentang kelanjutan Piala Thomas dan Uber 2020 di Denmark

Penulis: Taufiqur Rohman | Editor: Yoni Iskandar
kompas.com
Aksi ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada laga hari pertama Piala Thomas 2018 yang berlangsung di Thailand pada Minggu (20/5/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengaku masih menunggu keputusan BWF tentang kelanjutan Piala Thomas dan Uber 2020 yang rencananya digelar di kota Aarhus , Denmark.

Budiharto menilai, pihaknya bakal memahami keputusan BWF perihal kejuaraan Akbar di dunia bulutangkis itu.

Menurut Budiharto, keselamatan jauh lebih penting ketimbang hal-hal lainnya.

"Kami harus bisa memaklumi apapun keputusan BWF, karena kalau memang harus dilakukan penundaan lagi, semua pasti karena menyesuaikan dengan kondisi di dunia, keselamatan menjadi yang paling penting saat ini," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, seperti dilansir surya.co.id dari laman PBSI.

Semula, Piala Thomas dan Uber 2020 bakal dihelat pada 16-24 Mei mendatang di kota Aarhus, Denmark.

Tetapi, dengan kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19 yang masih meluas, jadwal tersebut telah direvisi dan diundur menjadi 15-23 Agustus.

Kendati begitu, hingga kini BWF dan Asosiasi Bulutangkis Denmark masih mencari klarifikasi kepada otoritas terkait, yang melarang kegiatan keramaian berskala besar hingga akhir Agustus 2020.

21 Ucapan dan Kata Mutiara Sambut Ramadan 2020, Bisa Dibagikan Lewat Instagram, WA atau Facebook

Ini Dia Varian Baru Warna Aster Grey di Peugeot 3008 SUV Allure Plus

Sarwendah Ungkap Kondisi Ruben Gara-gara Bisnis Terdampak Corona, Pusing Pikirkan Ribuan Karyawan

Budiharto juga menambahkan, event besar sekelas Piala Thomas dan Uber pasti membutuhkan persiapan yang panjang dan tidak sembarangan.

Untuk itu Sekjen PBSI berharap, panitia penyelenggara tidak ceroboh dalam memutuskan nasib pagelaran Akbar Piala Thomas dan Uber 2020.

"Untuk menuju event besar itu banyak aspek yang mesti dipersiapkan, atlet kalau mau tanding di turnamen besar juga nggak gampang, tahapan persiapan yang dilalui cukup panjang," ujar Budiharto.

"Dari segi kepanitiaan pun begitu, persiapan Piala Thomas dan Uber pasti butuh waktu yang tidak sebentar, jadi memang sangat gegabah kalau event sebesar Piala Thomas Uber tetap dipaksakan tanpa persiapan yang cukup hanya mengikuti jadwal yang ada," tambahnya. (Taufiqur Rochman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved