Breaking News:

Berita Arema FC

Robert Rene Alberts Beber Borok Arema saat Ia Melatih, Mengaku Gaji Tak Dibayar hingga Banyak Janji

Robert Rene Alberts tak mau kembali menjadi pelatih Arema apabila mendapat tawaran untuk bergabung. Ia pun beber borok manajemen Arema tahun 2009-2010

Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, saat konferensi pers di Kantor Arema FC 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, blak-blakan curhat soal 'borok' manajemen Arema saat ia masih menjadi pelatih Arema tahun 2009-2010.

Di channel YouTube pribadinya, Robert Rene Alberts mengaku tak mau kembali menjadi pelatih Arema apabila mendapat tawaran untuk bergabung.

Pasalnya, ia memiliki kenangan kelam bersama Arema, yang merupakan klub pertama yang ia latih di Indonesia.

Layanan Publik Tutup akibat Covid-19, Pemulihan Cedera Dua Pemain Arema FC Dihentikan Sementara

Persebaya Berencana Kembali Gelar Latihan Bersama Online, Bakal Dipimpin Langsung Aji Santoso

Pelatih asal Amsterdam Belanda itu mengaku pernah tak digaji oleh manajemen Arema, padahal ia saat itu berhasil membawa Arema juara ISL 2010.

"Saat saya datang ke Indonesia pada 2009 dan bergabung dengan Arema, mereka memiliki musim yang sukses. Namun kami punya masalah besar di klubnya," kata Robert Rene Albert dalam YouTube pribadinya bertemakan 'Bobotoh Bertanya Coach Robert Menjawab.'

"Saya telah menolak untuk melatih beberapa kali karena gaji saya tidak dibayar. Kami bahkan sudah menghentikan total, karena semua pemain pulang kampung, saya juga pulang. Gaji tidak dibayar, mereka banyak janji. Lingkungan di dalam klub sangat tidak menyenangkan," terangnya.

Bahkan Robert Rene Alberts mengatakan, manajemen Arema saat itu memberikan janji-janji yang tak kunjung ditepati, sehingga ia memutuskan untuk hengkang dari Arema dan memilih PSM Makassar sebagai klubnya yang baru.

Cara Defender Madura United Jaga Kebugaran di Tengah Libur Liga 1 2020, Dilakukan di Tempat Parkir

Jadwal MotoGP 2020 Terbaru seusai GP Belanda Terancam Mundur akibat Pandemi Covid-19

"Saat season berakhir kami menjadi pemenang. Kontrak saya selesai juga saat itu. Mereka utang pada saya. Mereka memberikan janji dan meminta saya untuk kembali ke tim dengan kontrak baru. Tapi mereka juga masih belum bayar. Suatu hari saya dapat telepon dari seseorang yang mengatakan akan membayar saya pada hari ini juga. Tapi hal itu sudah terlambat karena saya sudah dalam proses negosiasi dengan PSM Makassar," jelas Robert Rene Alberts.

Lebih lanjut mantan pemain posisi gelandang itu menilai, manajemen Arema saat itu tidak memiliki manajemen yang baik. Sehingga tak dapat membayar pelatih dengan baik.

"Itu karena jelas mereka tidak punya manajemen yang bagus pada waktu itu. Saya juga sudah menyetujui kontrak dengan PSM Makassar," tuturnya.

Sayangkan Mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI, Kapten Persik Berharap Penggantinya Lebih Baik

Soal Wacana Kompetisi Khusus Pengganti Liga 1 2020, Pelatih Arema FC: Yang Penting Keselamatan Semua

Meski pernah mendapat pengalaman tak menyenangkan bersama Arema, pelatih yang gemar memakai topi warna cokelat itu menilai, Kota Malang merupakan kota yang menyenangkan dan Arema memiliki suporter yang baik.

"Kota Malang sangat indah, masyarakatnya sangat baik. Aremania juga sangat bagus. Jika kejadian itu tidak terjadi, aku mungkin masih berada di Malang. Tapi untuk kembali, aku pikir manajemen mereka kurang bagus. Arema masih menjadi klub yang saya cintai karena saya pernah sukses di sana. Saya suka suporternya, saya suka Kota Malang, tetapi saya pikir saya tidak memiliki masa depan di sana," tutupnya.

Hal inilah yang membuat Robert Rene Alberts mengaku tak ingin kembali melatih di Arema.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved