PENGAKUAN Pilu Siswi SMP Gresik Digauli Paman di Kandang, Ancaman Dibunuh & Minta Janin Digugurkan

MD (16) siswi SMP asal Gresik yang kini berbadan dua mengaku telah dicabuli tetangganya yang juga pamannya sendiri.

Willy Abraham/Tribunjatim
Kandang ayam yang menjadi lokasi pencabulan korban dibawah umur yang berada di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Jumat (1/5/2020). 

TRIBUNGRESIK.COM, GRESIK - MD (16) siswi SMP asal Gresik yang kini berbadan dua mengaku telah dicabuli tetangganya yang juga pamannya sendiri.

Dia dicabuli sebanyak enam kali selama setahun, bahkan pernah digagahi di kandang ayam yang berada di pinggir jalan tidak jauh dari rumahnya.

Dalam rentan waktu antara Maret 2019 hingga April 2020 itu, MD, saat ditemui di kediamannya mengaku dalam posisi sulit.

Tragedi di Kandang Ayam, Siswi SMP Gresik Dinodai Tetangga, Terkuak karena 1 Hal Mencolok, Pilu

UPDATE CORONA di Gresik Jumat 1 Mei, Positif Covid-19 Jadi 27 Orang, Kecamatan Menganti Terbanyak

Dilematis, karena terduga pelaku bernama Sugianto (50) itu selalu mengancamnya.

"Selalu mengancam ibu saya akan dibunuh kalau menolak," kata siswi yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP itu, Jumat (1/5/2020).

MD tidak bisa menolak, karena rasa takutnya kehilangan ibunya Istiana (49) lebih besar. Sebab, cita-citanya rajin bersekolah untuk membahagiakan ibunya yang merupakan satu-satunya orang tua yang tersisa.

Kedua kakaknya bekerja untuk membantu mewujudkan cita-citanya sebagai dokter. Kakak pertama bekerja di bengkel, kakak keduanya bekerja sebagai penjaga warung. Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

Oleh sebab itu, dia bertahan menutupi aksi bejat selama ini hingga berbadan dua dengan usia kandungan 7 bulan. Bahkan, saat akan berangkat ke sekolah MD melihat Sugianto menatapnya dengan tatapan tajam di depan gapura desa.

Tidak hanya itu, saat di sms untuk diajak berhubungan badan. Sugianto memintanya untuk tutup mulut dengan diberi uang Rp 100 ribu kadang Rp 50 ribu. Saat akan melampiaskan nafsunya, dia juga diberi obat berbentuk pil yang disebut sebagai obat anti hamil.

Saking takutnya sang ibu dibunuh, MD memilih bertahan bahkan saat usia kandungan tiga bulan. Dia masih sekolah. MD yang dikenal cerdas dan selalu mengikuti kegiatan sekolah ini masih ikut lomba lari saat di sekolah.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved