Virus Corona di Tulungagung

Sering Dapat Keluhan Warga, AKD Tulungagung Minta Penyaluran BPNT Dilewatkan Pemerintah Desa

Para kepala desa sering mendapat keluhan, AKD Kabupaten Tulungagung meminta agar penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) lewat desa.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Warga mengantre untuk menerima kartu perluasan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kantor Kelurahan Jepun, Tulungagung, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tulungagung meminta agar penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) lewat desa.

Sebab selama ini para kepala desa sering mendapat keluhan, karena bantuan yang diterima tidak sesuai dengan nilai yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Sering para kades dikira yang bermain-main dengan BPNT. Warga kan bisa menghitung sendiri nilai barang yang diterima," ujar Ketua AKD Tulungagung, Momahad Soleh, Rabu (13/5/2020).

Lanjutnya, bermula dari keluhan warga itu, para kades bersepakat meminta agar penyaluran BPNT dilewatkan desa.

Momahad Soleh dan kawan-kawan berani menjamin, secara kualitas bantuan pangan yang disalurkan akan lebih bagus.

Bahkan jumlah yang diterima juga akan lebih banyak.

"Selama ini kan bantuannya berupa beras dan telur. Kalau lewat desa kami siap menambahi apa yang diterimakan," sambung Momahad Soleh.

Perluasan BPNT di Tulungagung Mencapai 34.177, Pembagian Tuntas pada 20 Mei 2020

Hasil Rapid Test Susulan di Desa Jabalsari Tulungagung Menggembirakan, Tidak Ada Penularan

AKD berharap, jika penyaluran dilewatkan desa juga membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lebih hidup.

Demikian juga usaha-usaha lain yang ada di desa juga akan dilibatkan, agar lebih bisa berdaya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved