Virus Corona di Kota Malang

Fenomena Baru Penularan Corona di Kota Malang, Lewat Transmisi Komunitas, Wali Kota: Berbahaya

Model penularan virus Corona di Kota Malang sudah tahap transmisi komunitas.

TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan konfirmasi terkait keputusan salat Idul Fitri 2020, Rabu (20/5/2020). 

TRIBUtrNJATIM.COM, MALANG - Model penularan virus Corona di Kota Malang sudah tahap transmisi komunitas.

"Jadi pergerakan orang itu sudah bukan dari luar kota lagi. Tapi sudah pergerakan komunitas. Karena ini sudah bukan transmisi lokal lagi, tapi sudah transmisi komunitas. Dan ini sudah berbahaya," ujar Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui TribunJatim.com di kegiatan rapid test di Pasar Besar, Sabtu (23/5/2020).

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut melihat dari dua kejadian yang telah terjadi di Kota Malang.

Kapten Persik Kediri Bakal Buka Bisnis Laundry Sambil Tunggu Kompetisi Kembali: Lihat Usai Lebaran

Penerapan PSBB Malang Raya, Polisi Tutup Akses Jalan S Supriadi Pakai Water Barrier: Tutup Jam 22.00

Polresta Malang Kota Siap Lakukan Pengamanan Malam Takbiran, Antisipasi Kegiatan Takbir Keliling

Yaitu yang pertama, kasus pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (22/5/2020).

Dirinya menduga bahwa pasien tersebut merupakan penerima maupun transmiter penyebar virus dari dan atau ke komunitasnya.

"Jadi malamnya dia masih mengikuti ronda malam sebelum dibawa ke rumah sakit. Setelah itu demam dan batuk. Di swab dia positif dan ada kabar akhirnya meninggal dunia," bebernya.

Kasus kedua yang dijadikan contoh adalah kasus balita positif yang kini telah sembuh.

Dimana balita ini diketahui hanya berada di Kota Malang saja. Namun dia tertular dan dinyatakan positif.

Diduga tertularnya balita ini berasal dari lingkungan sekitar komunitas orang tuanya.

"Tetapi karena imunnya bagus, maka dia bisa sembuh sekarang. Artinya kami tidak tahu sekarang posisi virus menempel dimana dan ke siapa. Jadi istilahnya sudah kluster komunitas," jujurnya.

Maka dari itu, Sutiaji minta agar masyarakat Kota Malang patuh aturan PSBB.

"Patuh aturan dengan memakai masker, cuci tangan, dan terapkan physical distancing sesuai anjuran pemerintah," pungkasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved