Virus Corona di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Anas dan NU Bahas New Normal Tahlilan-Pengajian

Pemkab Banyuwangi terus mematangkan sejumlah skema normal baru (new normal) di berbagai sektor, termasuk keagamaan.

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengajak tokoh agama mendakwahkan optimisme di tengah pandemi virus Corona, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus mematangkan sejumlah skema normal baru (new normal) di berbagai sektor, termasuk keagamaan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta masukan para ulama dan PC Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk perumusan protokol bidang keagamaan, termasuk untuk pelaksanaan sejumlah tradisi keagamaan, seperti tahlilan yang banyak diamalkan di Banyuwangi.

”Saya sudah minta masukan para insan kesehatan. Juga kali ini minta masukan dan arahan ulama NU, terus berlanjut ke tokoh Muhammadiyah dan LDII, lalu sahabat tokoh agama Hindu, Kristen, Katolik, dan Konghucu. Era normal baru yang pertama perlu dirumuskan adalah aktivitas keagamaan, kemudian pelayanan publik dan aktivitas ekonomi,” ujar Anas, Kamis (28/5/2020).

”Perlu kami tekankan, new normal bukan berarti kita kembali seperti era sebelum virus Corona atau Covid-19. New normal adalah aktivitas yang dilandasi kesehatan dan kebersihan sebagai standar utama. Ini belum akan diterapkan, masih dikaji,” imbuh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

BERITA TERPOPULER SELEB: Pihak Syahrini Lapor Kasus Video Syur & Aisyahrani Ekspos Tingkah Suami

VIRAL Janda Muda Nikahi Pria dengan Keterbatasan Fisik, 1 Tahun Kemudian Sikap Berubah dan Dihujat

VIRAL Sosok Cantik dengan Rambut Panjang yang Senyumannya Memikat Pria, Ternyata Cowok Tulen

Abdullah Azwar Anas mengatakan, dari hasil masukan para tokoh serta insan kesehatan, nantinya disusun panduan untuk berbagai macam protokol, mulai protokol rumah ibadah, kantor pelayanan publik, tempat pendidikan, ruang terbuka hijau, restoran, destinasi wisata, dan sebagainya.

”Makanya kami minta arahan para ulama, tentang bagaimana new normal ini, misalnya saat tahlilan, istighasah, dibaiyah dan lainnya," jelas Abdullah Azwar Anas.

Sejumlah protokol yang dibahas, seperti wajib bermasker, anak kecil dan orang sakit dilarang mengikuti acara keagamaan untuk sementara waktu, dan hanya sekian kapasitas rumah ibadah yang boleh dipergunakan.

Kemudian, jika tahlilan, tempat duduk berjarak, tersedia hand sanitizer dan sarana sanitasi.

”Tentu kita pahami tidak semua warga, misalnya, bisa sediakan hand sanitizer, maka perlu saling bantu,” ujarnya.

”Tadi juga dibahas, saat tahlilan, yang biasanya mengundang katakanlah 40 orang selama 7 hari, untuk sementara waktu cukup 10 orang saja hari pertama, 10 orang lainnya hari kedua, dan seterusnya,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved