Sepak Bola saat Wabah Virus Corona

Bila Kompetisi Berhenti Total, Kapten Persela Lamongan Alih Profesi Jadi Peternak Lele

Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto, putar otak agar dapur tetap bisa ngebul jika Liga 1 2020 dihentikan total.

TRIBUNJATIM.COM/SUGIHARTO
Kapten Persela, Eky Taufik (kanan) berduel dengan pemain Persib, Febri Hariyadi di Stadion Surajaya Lamongan, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belum ada titik terang terkait nasib kompetisi Liga 1 2020 imbas pandemi Covid-19 membuat sejumlah pemain merasa khawatir.

Akibat kompetisi yang mandek, pemasukan pemain menjadi berkurang, karena besaran gaji mereka dipotong oleh klub.

Hal itu sesuai arahan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kondisi ini bisa makin parah untuk pemasukan pemain bila Liga 1 2020 dihentikan dan wacana home tournament pengganti kompetisi tidak bisa terlaksana.

Pelatih Kiper Persebaya Siapkan Rencana Buat Angga Saputra yang Belum Pernah Berlaga di Liga 1 2020

Belum Ada Kejelasan Kompetisi, Pelatih Persela Tak Mau Berandai-andai, Pilih Tunggu Keputusan PSSI

Alhasil pemain harus mencari solusi agar dapur tetap bisa ngebul.

Hal ini ikut dirasakan oleh Kapten Persela Lamongan, Eky Taufik Febriyanto.

"Andai keputusan terjeleknya (kompetisi disetop) itu, tentunya saya harus putar otak lagi," kata Eky Taufik Febriyanto kepada TribunJatim.com, Minggu (31/5/2020).

Namun, pemain yang sedang pulang ke Solo ini sudah punya rencana.

Dia mengaku sudah punya pandangan usaha bila sepak bola tanah air musim ini mandek.

"Sementara sudah ada bisnis lele kecil-kecilan. Kalau kompetisi benar-benar dihentikan, tidak ada turnamen, pasti saya kembangkan usaha lele saya ini," ujarnya.

Manajemen Arema FC Berubah Pikiran soal Kelanjutan Liga 1 2020, Begini Komentar Pelatih Mario Gomez

Akibat Covid-19, Kapten Persela Pertama Kali Rasakan Sebulan Penuh Bareng Keluarga di Bulan Ramadhan

Akan tetapi, Eky Taufik punya harapan besar agar Liga 1 2020 bisa kembali bergulir.

Sebab ada banyak orang menggantungkan nasibnya dari aktivitas sepak bola tanah air.

"Ini menyangkut nasib bnyak orang, tidak hanya pelaku sepak bolanya saja, tapi semua elemen di dalam dan di luar lapangan," tutup pemain bernomor punggung 30 itu.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved