Virus Corona di Surabaya
New Normal Dunia Pariwisata, Protokol Kesehatan Tetap Diterapkan, Pakar: Pelaku Usaha Harus Adaptasi
Masa new normal mengharuskan manusia menjalani gaya hidup baru agar tetap sehat, tak terkecuali saat berwisata.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatimTravel.com, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIMTRAVEL.COM, SURABAYA - Masa new normal mengharuskan manusia menjalani gaya hidup baru agar tetap sehat, tak terkecuali saat berwisata.
Tak hanya sekadar kenyamanan dan keselamatan, standart baru dalam bidang Pariwisata yang lebih diperketat yaitu protokol kesehatan.
Adapun protokol kesehatan yang dimaksud seperti sering cuci tangan, wajib bermasker, jaga jarak, disinfektan, hand sanitizer maupun ketentuan penggunaan transportasi wisata.
• Persiapan Malang Raya New Normal, Masa Belajar di Rumah Murid PAUD-SMP Masih Berlaku hingga 14 Juni
Kepala Program Jurusan Creative Tourism Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Kristen Petra Yudianto Oentario mengatakan, pelaku usaha wisata maupun customer harus beradaptasi dengan Standard Operation Procedur (SOP) baru di bidang pariwisata.
Dalam menyambut new normal, lanjut Yudianto, pelaku usaha pariwisata harus berpikir positif dan kreatif mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan dan promosi objek wisata.
"Ini menjadi keharusan yang sudah dipikirkan saat ini juga. Kalau saling menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa," kata Yudianto melalui telpon.
• Yan Vellia Bereaksi Dituntut Libatkan Saputri & Dory Harsa di Konser Kenang Didi Kempot: Bismillah
• Pengakuan Risma Pasca Purna Tugas Jadi Wali Kota Surabaya, Fokus Tangani Covid-19: Nanti Aku Pikir
Supaya new normal di bidang pariwisata bisa diterima masyarakat, tambah Yudianto, para pelaku juga harus tetap optimis bisa kembali membuka jasa maupun objek pariwisata di tengah pandemi Covid-19.
"Inisiatif itu seharusnya muncul dari pelaku industri kemudian dilihat oleh masyarakat. Masyarakat mencoba mencari cara untuk beradaptasi dengan SOP yang dikeluarkan di dalam new normal tersebut," kata dia.
Satu sisi tetap optimis, di dalam industri pariwisata diperkirakan Yudianto, akan memunculkan bisnis-bisnis baru yang berdampak pada agent baru.
"Roda harus digerakan dan menciptakan mesin baru supaya roda ekonomi bisa berjalan kembali. Lebih kreatif dan adaptif, to be positif," tutup dia.
• Daftar 158 Wilayah di Indonesia yang Siap Jalani New Normal Per 5 Juni 2020 di Tengah Pandemi Corona
Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wisatawan-melakukan-kegiatan-rafting-di-kota-batu.jpg)