Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Puluhan TKI Asal Sampang Madura Kembali Tiba dari Negeri Jiran

Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Madura dari Negeri Jiran (Malaysia) kembali berdatangan.

Hanggara Pratama/Tribunjatim
Dinas Perhubungan Sampang, para TKI saat tiba di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 Jembatan Timbang Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang, Madura, (1/6/2020) malam. 

 TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG – Ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Madura dari Negeri Jiran (Malaysia) kembali berdatangan.

Kali ini sebanyak 29 TKI yang datang dengan menggunakan transportasi berupa bus yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sehingga, saat memasuki Kabupaten Sampang semalam, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 melakukan penggiringan ke posko penanganan di Jembatan Timbang Kecamatan Jrengik.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Yulis Juwaidi mengatakan, kedatangan para TKI dari Malaysia semalam ada tiga rombongan.

Rombongan pertama tiba di Posko Percepatan Penanggulangan Covid-19 pukul 20.00 WIB, dan berselang setiap satu jam baru gelombang selanjutnya tiba.

Katalog Promo Superindo 2-4 Juni 2020, Diskon Bawang Bombay hingga Harga Spesial Jeruk

Ketua DPD RI LaNyalla : Lewat Semangat Pancasila Mari Gotong Royong Tekan Covid-19

Inilah Tips Menjaga Sistem Imun Anak di Tengah Pandemi Covid-19

“Rombongan pertama ada 11 orang, ke dua 10, dan terakhir rombongan ke tiga ada delapan orang,” ujarnya kepada TribunMadura.com, Selasa (2/6/2020).

Dari puluhan TKI tersebut didominasi asal wilayah Pantura Kabupaten Sampang, tepatnya Kecamatan Banyuates, kemudian ada juga dari Kecamatan Tambelangan, Kedungdung, dan Sampang.

Sedangkan, dalam penagannannya saat berada di Posko penanganan covid-19 sama dengan sebelum-sebelumnya yakni, melakukan pendataan, pengecekan suhu badan menggunakan temogran, dan disarankan untuk isolasi secara mandiri.

“Alhamdulilah dari TKI yang datang semalam suhu tubuhnya normal, dibawah 38 deraajat,” ucap Yulis juwaidi

Pihaknya juga meminta kepada PMI untuk datang ke kecamatan dan desa tempat tinggal para TKI guna melakukan pendataan.

Agar mempermudah saat melakukan pengawasan terhadap para TKI tersebut.

“Saat ini juga ada Kampung atau Desa Tangguh jadi lebih mudah untuk melakukan penekanan atau pengawasan kepada TKI tersebut untuk melakukan isolasi,” pungkasnya. (Hangga Pratama/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved