Baru Dua Hari Kerja, Pria Mojokerto Bawa Kabur Truk Milik Juragan

Dartumianto (42) warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto membawa kabur Dump Truk milik majikannya.

istimewa
Anggota Unit Reskrim menangkap pelaku penipuan dan penggelapan Dartumianto (42) di sebuah garasi wilayah Kecamatan Pungging, Mojokerto. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dartumianto (42) warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto membawa kabur Dump Truk milik majikannya.

Pelaku baru bekerja dua hari ini justru menggadaikan Dump Truk Isuzu tahun 2018 warna putih kombinasi biru Nopol W 9784 NU senilai Rp 40 juta.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat menjelaskan pelaku melarikan diri ke luar kota setelah menggadaikan kendaraan truk milik Yuheriyanto (48) warga Dusun Ngijingan, Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

"Pelaku ditangkap usai mengemudi dari Bali di sebuah garasi kendaraan truk di wilayah Kecamatan Pungging, Mojokerto," ujarnya, Rabu (18/6/2020).

Ia mengatakan modus pelaku berpura-pura melamar pekerjaan menjadi sopir Dump Truk. Pelaku menjanjikan pada sang majikan akan menyetorkan uang Rp 400 ribu perhari. Dia mengambil truk di rumah korban pada Kamis (14/5/2020) pukul 16.00 WIB.

Cerita Mahasiswi Dilecehkan Dokter di RS, Taktik Terungkap, Kakak Disuruh Keluar Lalu Diminta Buka

Aurel Hermansyah Tersenyum Lebar, Lihat Cara Atta Halilintar Hibur dan Bahagiakan Kakak Azriel

ASN Ngamuk Lempar Kursi ke Petugas Wanita Dispendukcapil Banyuwangi, Emosi Gegara Belum Dilayani

"Pelaku justru menggadaikan kendaraan truk itu ke rekannya di Kemlagi senilai Rp.40 juta," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Menurut dia, korban c putus kontak dengan pelaku yang baru bekerja selama dua hari ini. Kemudian, korban berinisiatif mendatangi rumah pelaku namun truk miliknya tidak ada ditempat dan nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Korban melapor kasus penipuan dan penggelapan di Polsek Ngoro. Setelah ditelisik selama satu pekan truk milik korban sudah berpindah tangan ke orang lain di kawasan Kemlagi.

"Riwayat pelaku sudah sering kali melakukan perbuatannya yakni berpura-pura melamar kerja menjadi sopir lalu kendaraan digadaikan," jelasnya.

Ditambahkannya, motif pelaku melakukan kejahatan penipuan dan penggelapan ini karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"Uang hasil gadai truk Rp 40 juta habis dipakai pelaku untuk membayar utang dan berfoya-foya," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved