NU Surabaya Ajak Umat Muslim Laksanakan Salat Gerhana Matahari
Provinsi Jawa Timur akan dilalui Gerhana Matahari Cincin pada Minggu (21/6/2020).
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur akan dilalui Gerhana Matahari Cincin pada Minggu (21/6/2020).
Di Jawa Timur, gerhana akan dimulai pada pukul 14.57 WIB, lalu puncak gerhana akan terjadi pada pukul 15.21 WIB, sedangkan gerhana matahari berakhir pukul 15.48 WIB.
Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri mengajak umat Islam untuk melaksanakan Salat Gerhana Matahari atau Salat Kusyuf.
"Hukumnya Sunnah muakad, atau sunnah yang ditekankan," kata Muhibbin, Minggu (21/6/2020).
• Update Corona di Sampang, Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah Menjadi 79 Orang
• Zona Merah Covid-19 Jatim Sisa 7 Kabupaten/Kota, Gubernur Khofifah Optimis Bebas dari Pandemi
Muhibbin mengatakan gerhana matahari merupakan fenomena alam yang spesial sehingga disunnahkan untuk melaksanakan salat gerhana matahari atau salat Sunnah Kusyuf.
"Salat gerhana matahari ini untuk mengagungkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Agar tambah kuat imannya maka dijadikan momentum seperti itu dengan cara dua rakaat secara berjamaah," lanjutnya.
Tata cara Salat Gerhana Matahari, lanjut Muhibbin sama seperti salat Jumat yang dilaksanakan di masjid atau tanah lapang dan dilanjutkan dengan khutbah.
"Salat Sunnah dua rakaat biasa saja, cuma niatnya saja yaitu niat untuk salat gerhana matahari," ujarnya.
• Baim Wong Melongo Lihat Isi Lemari di Gudang Nagita, Sampai Ditegur Rafathar, Paula: Luar Biasa
• Persik Kediri Sambut Baik Keputusan Kompetisi Kembali Digelar: Lebih Baik Kalau Melalui Surat Resmi
• Gerhana Matahari Sebagian Sambangi Wilayah Malang, Kemenag Imbau Masyarakat Laksanakan Salat Kusuf
Muhibbin yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini mengatakan jika Masjid Nasional Al Akbar Surabaya akan menyelenggarakan Salat Sunnah Kusyuf.
"Imamnya Pak Abdullah, imam besar al Akbar. Khotibnya Profesor KH Roem Rowi," ucapnya.
Bagi jamaah yang ingin mengikuti salat gerhana matahari di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diwajibkan mengenakan masker dan mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan oleh Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.