Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Karyawan Dirumahkan Imbas Pandemi Corona di Sampang Berkurang, Perusahaan Mulai Beroperasi Lagi

Jumlah karyawan yang dirumahkan oleh sejumlah perusahaan di Kabupaten Sampang, Madura sudah berkurang

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA SYAHPUTRA
Hotel Bahagia Jalan Bahagia Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (23/6/2020). 

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG – Jumlah karyawan dirumahkan oleh sejumlah perusahaan di Kabupaten Sampang, Madura sudah berkurang meskipun pandemi Covid-19 belum selesai.

Sebab, dari empat perusahaan yang merumahkan karyawannya dua di antaranya ada yang sudah aktif kembali dan juga ada yang masih berencana memperkerjakan.

Sebelumnya, ada 245 karyawan di Kota Bahari dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

IAIN Madura Beri Potongan UKT dan Kuota Internet Gratis, Alumni Kampus Apresiasi: Bisa Jadi Contoh

Ratusan karyawan tersebut dari empat perusahaan di antaranya, perusahaan jahit sepatu milik Usaha Dagang (UD) Suramadu di Kecamatan Omben, Hotel Camplong, Hotel Semilir, dan Hotel Bahagia.

Kasi Perindustrian Diskumnaker Sampang, Heru mengatakan, saat ini ada satu perusahaan perhotelan yang sudah memperkerjakan karyawannya meskipun dalam sistem shift.

Hotel tersebut merupakan Hotel Bahagia Jalan Bahagia Sampang, bahkan ada juga hotel lainnya yakni, Hotel Semilir Jalan Syamsul Arifin berencana memanggil karyawannya kembali.

Roy Ricardo Syok Lihat Nikita Mirzani Pamer Tato di Bagian Tubuhnya, Nyai: Takutnya Cowok Mikir Liar

Hilang Setelah Berpolemik dengan Ario Kiswinar, Ini Kabar Mario Teguh, Lihat Penampilannya Kini

“Kalau Hotel Semilir berencana memanggil karyawannya lagi akhir bulan Juni, jadi mungkin bulan depan sudah mulai bekerja ” ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (23/6/2020).

Sementara untuk dua perusahaan lainnya seperti, perusahaan jahit sepatu milik Usaha Dagang (UD) Suramadu dan Hotel Camplong masih belum ada kejelasan kapan yang akan dibuka kembali perusahannya.

Heru menyampaikan, beberapa hari sebelumnya dirinya memonitor dua perusahaan tersebut namun, keduanya masih belum ada rencana untuk memanggil karyawannya kembali khawatir akan sepi pengunjung.

Warga Bangkalan Mau Konsultasi hingga Info Sebaran Corona di Mana Saja? Bisa Lihat via Anti Covid-19

“Karyawan perusahaan jahit sepatu milik Usaha Dagang (UD) Suramadu paling banyak yang dirumahkan dari pada yang lain, sebanyak 190 orang tapi merreka masih menunggu kabar dari Sidoarjo untuk kembali aktif,” terang Heru.

Lebih lanjut, pihaknya mengharapkan bagi karyawan yang masih dirumahkan agar mendaftar kartu prakerja sebab, mereka diprioritaskan untuk lolos.

“Data karyawan yang dirumahkan sudah dikerimkan ke Pemerintah Provinsi dan lanjut dikirim ke kementrian sehingga, menjadi prioritas untuk lolos kartu prakerja,” pungkasnya.

Perjuangan Para Siswa Madura yang Tak Bisa Belajar Online Saat Pandemi, Rela Bersepeda Jemput Tugas

Penulis: Hanggara Syahputra

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved