Berita Persebaya Surabaya
Rindu Berat David da Silva pada Persebaya Surabaya dan Bonek: Ingin Main Sepak Bola Lagi
Hampir empat bulan kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda Indonesia.
Penulis: Khairul Amin | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hampir empat bulan kompetisi Liga 1 2020 dihentikan akibat pandemi Covid-19 yang tidak hanya melanda Indonesia.
Seluruh bagian dunia juga terdampak. Salah satunya Brasil, negara asal striker asing Persebaya, David da Silva.
Hampir empat bulan berada di negaranya, striker yang identik dengan kepala plontos itu mengakui mulai merindukan rekan satu tim di Persebaya Surabaya dan Bonek Bonita.
• Jalankan Tugas Jaga saat PSBB Surabaya, Kiper Persebaya Malah Diserbu Fans Minta Foto
• Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Pelatih Persebaya Sarankan Kompetisi Dilanjutkan Oktober
• Empat Musim Bela Persebaya, Begini Harapan M Hidayat di Ulang Tahun Persebaya ke-93
Selama libur kompetisi dirinya hanya bisa mengobati rindu dengan menonton video pertandingan Persebaya.
"Saya tidak hanya rindu sepak bola Indonesia, saya rindu semua, latihan di lapangan, memegang bola dan rindu teman-teman," kata David seperti dikutip dari laman resmi Persebaya, Kamis (25/6/2020).
"Yang pasti saya paling rindu dengan Bonek Bonita, dukungan mereka membuat saya ingin segera kembali bermain sepak bola," tambahnya.
Meski rindunya begitu besar, namun David tetap mengingatkan kepada Bonek Bonita untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga.
Termasuk juga nantinya saat kompetisi Liga 1 kembali diputar bulan September/Oktober mendatang.
"Saya mengerti kalaupun liga dimulai, penonton tidak diperbolehkan datang ke stadion demi keselamatan bersama, tapi saya juga yakin mereka tetap memberi dukungan dan doa di manapun mereka berada," tegasnya.
David yang saat ini berada di Brasil mengaku selama pandemi dirinya mengedepankan keselamatan keluarganya.
Apalagi, hingga hari ini tercatat lebih dari 1,2 juta orang dinyatakan positif Covid-19 di Brasil.
"Di Brasil makin banyak yang positif Corona, oleh karena itu saya berusaha sebisa mungkin untuk selalu di rumah bersama keluarga, menikmati waktu bersama anak istri dan saudara-saudara," ungkap David.
Meski hanya di rumah, David tidak begitu saja bisa bersantai. Dirinya tetap berusaha menjaga kondisi dengan latihan mandiri.
Selain bentuk profesionalismenya sebagai pemain sepak bola, rutinitas David dalam berolahraga juga menjadi bagian dari menjaga keselamatan keluarganya.
Dengan tetap berolahraga dan makan makanan bergizi, ia menilai tubuh tidak mudah diserang penyakit yang berasal dari luar tubuh.
"Sepak bola itu kehidupan saya, saat terhenti ya jelas saya merasa ada yang hilang dari hidup saya. Tapi saya juga harus tetap menjaga kondisi, agar saat memang sudah bisa dimulai, saya bisa berikan yang terbaik untuk Persebaya," pungkas David da Silva
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/arema-fc-vs-persebaya-surabaya-david-da-silva.jpg)