Virus Corona di Surabaya
Sekolah Kepribadian John Robert Powers Desain Kurikulum New Normal, 'Lahir Baru' di Tengah Covid-19
John Robert Powers (JRP) telah beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat new normal. Ubah kurikulum lebih praktis: hadapi sektor terdampak Covid-19.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, SUABAYA - Setelah sempat mandek gegara pandemi virus Corona ( Covid-19 ), kini semua sektor tengah beradaptasi melakukan new normal.
Termasuk sekolah kepribadian John Robert Powers (JRP).
International Director John Robert Powers (JRP) Indayati Oetomo mengaku JRP telah beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat yang sudah berubah total.
• Hendak Tidurkan Anaknya, Ibu Ini Malah Ketiduran, Paman Syok Lihat Ada yang Mengambang di Kolam Ikan
• Kisah Polwan Terjebak di WC Kamar Bandar Narkoba, Penyamaran Ending Tembak Mati: Pelaku Tak Biasa
"Kami mengubah kurikulum program-program JRP agar lebih praktis yang mana dikombinasikan antara online dan offline. Sehingga siswa-siswi yang masih nyaman belajar dari rumah, tetap bisa menikmati program-program JRP," ujar Indayati Oetomo, Jumat (26/6/2020).
Dalam hal ini, lanjut Indayati menjelaskan JRP memiliki peran untuk mendidik dan mempersiapkan siswa untuk mempunyai mental yang sehat menuju new normal.
"Setelah lulus dari program-program JRP nantinya mereka akan seperti lahir baru secara mental, bersikap dan pola pikirnya," jelasnya.
• Ashanty Ngaku Tak Boleh Gantikan KD untuk Aurel-Azriel, Istri Anang Hermansyah: Aku Nggak Ambil Hati
• Buka Pintu, Warga Syok Lihat Pria Gantung Diri di Depan Rumahnya, Foto Sampai Viral, ini Kata Polisi
Indayati Oetomo mengajak semua sumber daya manusia (SDM) untuk bangkit bersama demi kesuksesan meski di tengah keterbatasan.
"Untuk menghadapi semua sektor yang terdampak Covid-19, maka harus disertai pola pikir yang menganggap kondisi pandemi sebagai peluang emas, sehingga seseorang harus introspeksi diri untuk dapat menemukan cara survive agar usaha terus berjalan," katanya.
Hal tersebut ternyata juga sedang dialami oleh JRP, meski tengah mengalami penurunan jumlah total keseluruhan siswa hingga 60 persen dari 6 cabang JRP (3 Jakarta, 1 Medan, 1 Surabaya, 1 Bali) namun JRP dengan sepenuh hati tetap berusaha survive demi peningkatan SDM di Indonesia.
Penulis: Zainal Arif
Editor: Heftys Suud