Teknologi Punya Andil Besar dalam Pelayanan Kesehatan di Trenggalek

Teknologi memiliki peran cukup penting untuk menunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Trenggalek, termasuk saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

istimewa
Tangkap layar webinar bertema ‘We The Health’ yang digelar Sabtu (27/6/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Teknologi memiliki peran cukup penting untuk menunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Trenggalek, termasuk saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Pemerintah setempat banyak memanfaatkan teknologi dari berbagai platform untuk menghindari kerumuman massa dan menjaga jarak.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan, pihaknya telah memanfaatkan berbagai macam teknologi untuk menunjang penanganan Covid-19.

Salah satunya, yakni menggandeng aplikator ojek online lokal untuk mengirimkan masker ke warga. Juga termasuk untuk mengirim bantuan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) di berbagai wilayah kecamatan.

“Hasilnya ketika ramai di Jakarta Ojol terdampak karena tidak bisa mengantar selama pandemi, di Trenggalek saya punya eksperimen justru bisnis mereka tumbuh lima kali,” kata Arifin, dalam webinar bertema ‘We The Health’ yang digelar Sabtu (27/6/2020).

Sempat Kabur, Penipu yang Janjikan Bisa Masuk PNS Ditangkap Polisi: Ngaku Butuh Uang

Masih Ingat Zsa Zsa Utari Pemeran Si Cemong? Beranjak Dewasa, Kini Jadi Model Cantik dan Seksi

Puluhan Wali Murid Geruduk Dinas Pendidikan Jatim, Pertanyakan Sitem Zonasi PPDB

Artinya, kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, pemanfaatan teknologi bukan hanya mempermudah layanan kesehatan bagi warga. Tapi juga memberi dampak ekonomi di tengah tren ekonomi yang memburuk akibat pegebluk itu.

Hanya saja, masalah jaringan internet yang tidak merata menjadi salah satu kendala klasik pemanfaatan teknologi di Kabupaten Trenggalek. Maklum saja, sebagian besar wilayah kabupaten itu adalah pegunungan. Banyak daerah yang minim atau bahkan kosong sinyal karena lokasinya berada di pegunungan.

Untuk tempat-tempat seperti ini, pemkab memanfaatkan layanan pesan pendek atau SMS. Salah satunya, untuk pelayanan konsultasi dari Puskesmas bagi ibu hamil di daerah pegunungan.

“Mereka (ibu hamil) tidak perlu datang ke Puskesmas. Kami mintai nomor teleponnya. Dan secara berkala, kami buka obrolan kunsultasi,” sambung Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Cara ini merupakan salah satu penyiasatan untuk layanan berbasis teknologi yang tak terjangkau dengan jaringan internet.

“Digitalisasi kesehatan di Trenggalek belum menjadi tempat yang seluruh wilayahnya terjangkau akses internet. Sehingga, kami harus mengoptimalkan bukan sekadar internet saja. Tapi juga jaringan salular,” ucap Mas Ipin.

Ke depan, pemkab berencana untuk memperbesar porsi pemanfaatan teknologi untuk pelayanan warga. Termasuk untuk layanan kesehatan.

Untuk itu, pihaknya masih akan menjajaki pihak penyedia layanan atau aplikator yang bisa memberi dampak positif dalam layanan itu.

“Nanti kami ke arah sana. Tapi untuk saat ini kami masih menimbang-nimbang dan memperhitungkan teknologi apa yang paling dibutuhkan sebagai penunjang layanan itu,” pungkas dia. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved