Beredar Jamur Enoki Beracun, Pedagang Pasar di Surabaya 'Stop' Jual, Pilih Rugi daripada Tak Aman
Belakangan jamur enoki yang beredar di pasaran dikabarkan terkontaminasi bakteri listeria.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belakangan jamur enoki yang beredar di pasaran dikabarkan terkontaminasi bakteri listeria.
Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) pun menarik peredaran produk asli Korea itu.
Sebab, bila dikonsumsi jamur tersebut berbahaya bagi anak hingga ibu hamil, lansia, dan orang yang kekebalan tubuhnya lemah.
• UPDATE Sebaran Virus Corona di 34 Provinsi Indonesia Senin 29 Juni, Kasus Baru Terbanyak Jawa Timur
Dari pantauan TribunJatim.com di Pasar Wonokromo, Surabaya, sejak dikabarkan miring, jamur enoki itu tak lagi beredar di pasaran.
Wito, salah satu pedagang mengatakan sejak Kamis lalu, ia tak lagi memajang produk tersebut di stannya.
"Saya diberi tau salesnya jangan dijual dulu lagi ada masalah katanya," ucap Wito, Selasa (29/6/2020).
• Viral Siswi Tertangkap Ayahnya Ngamar di Hotel Masih Pakai Seragam, Psikolog Beber & Kuak Pemicunya
• Malam Pertama Berubah jadi Tragedi Maut, Ciuman Suami Bikin Istri Tewas, Penyebab Dikuak Dokter
Setelah mengetahui kabar itu, ia pun tak berani menjual jamur yang saat ini banyak digemari orang-orang.
"Ya takut kalau tetap jual, daripada nanti ada apa-apa malah ngobatin," kata dia.
Sama halnya dengan Wito, Ujang yang biasanya menjual jamur enoki, kini produk itu tak lagi diedarkannya.
• 13 Provinsi di Indonesia yang Nol Kasus Baru Covid-19, Total Pasien Positif Capai 55.092 per 29 Juni
"Ya kemarin masih ada beberapa stok. Cuma ada kabar itu ya mending saya rugi buang daripada gak aman dikonsumsi orang," ujarnya.
Pantauan berlanjut di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya.
Evi Kholifah salah satu pedagang yang rutin menjual jamur enoki mengatakan, semenjak mengetahui kabar itu, dirinya tak lagi mengambil barang tersebut dari agen.
• Nasib 2 Cewek BO Michat, Niatnya Layani Pria di Hotel Surabaya, Malah Kepergok Polisi saat Teler
"Sejak Kamis (25/6) ada yang bilang beracun itu sore saya ga kulakan. Sebelumnya saya biasa jualan, setelah lihat beritanya baru nggak bawa saat sore, biasa pagi saya bawa," ujarnya.
Sepengetahuannya, jamur enoki yang ditarik dari peredaran adalah yang bermerek greenco.
Namun lantaran takut pembeli tak lagi minati produk itu, ia lebih memilih menghentikan penjualannya untuk sementara waktu.
• Respons Dokter Lihat Risma Sujud di Hadapannya saat Audiensi Covid-19, Mungkin Beliau Salah Paham
"Jamur enoki punya greenco itu yang dicabut, tapi gatau yg lainnya. Imbasnya ke semua, orang persepsinya sama. Saya hentikan dulu sementara sampai ada pemberitahuan," ujarnya.
Meski jamur enoki di pasar tradisional kosong, namun persediaan produk itu melimpah di salah satu swalayan buah yang berada di kawasan Bambu Runcing, Surabaya.
Adi salah satu karyawan mengatakan, adanya kabar tak sedap terkait jamur enoki beberapa hari lalu produk itu sempat ditarik dari display.
• Pesepeda di Surabaya Tetap Bermasker dan Waspadai Angin, Melanggar? Siap-siap Digiring ke Liponsos
"Sempat kosong dua atau tiga hari setelah ada kabar miring. Sekarang ready lagi ini aman," ucapnya.
Diakui Adi, jamur enoki sebelumnya penjualannya paling menjuarai jika dibandingkan jenis jamur lain.
"Enoki paling laris dibanding dengan jamur yang lain. Sekali datang 4-5 karton, biasanya terjual dalam 2-3 hari," ucapnya.
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Arie Noer Rachmawati