Rasakan Manfaatnya, Endang Peserta JKN-KIS Malang Tak Mau Berhenti: Biaya Pengobatan Tak Lagi Beban

Endang Susilowati, warga Malang ceritakan pengalamannya jadi peserta JKN-KIS hingga kini. Rasakan banyak manfaatnya: biaya berobat tak jadi beban.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Endang Susilowati, berbagi cerita pentingnya¬†menjadi peserta JKN-KIS. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menjadi peserta dari Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) tampaknya menjadi penting bagi masyarakat Indonesia.

Sebab dengan keikutsertaan dalam program tersebut, biaya pengobatan tak lagi menjadi beban pikiran.

Terlebih lagi, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS terus berupaya memaksimalkan pemberian layanan kesehatan yang berkualitas untuk setiap peserta JKN KIS.

Pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, salah satunya dirasakan Endang Susilowati, warga Malang.

Begini ceritanya, dari awal pengalamannya sebagai peserta JKN-KIS hingga saat ini.

Kala itu, ia sekeluarga mendapat kartu JKN-KIS dari suaminya yang bekerja di suatu perusahaan, lalu pada suati hari suaminya mengalami PHK dikarenaan perusahaan yang sudah tak lagi mampu beroperasi.

Namun, ia dan suami sepakat untuk tetap melanjutkan kepesertaan JKN-KIS dengan ikut serta sebagai peserta segmen PBPU/mandiri.

‘’Kami tetap berkomitmen membayar iuran sendiri meskipun suami saya sudah tak lagi bekerja di perusahaan, jaminan kesehatan itu sangat penting, tak tahu kapan kita akan sakit,’’ tutur Endang.

Setelah kembali peserta JKN-KIS, manfaat yang dirasa banyak sekali.

Suatu ketika ia mengalami nyeri di leher, setelah periksa ke dokter dinyatakan syaraf yang terdapat di lehernya terjepit, sejak saat itu hingga sekarang Endang rutin berobat ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi.

“Adanya BPJS Kesehatan ini sangat membantu meringankan beban kami. Untuk iurannya juga menurut saya tidak sebanding dengan apa yang sudah kami manfaatkan melalui pengobatan ini,’’ ungkapnya lega.

Menurutnya saat ini BPJS Kesehatan berkembang dengan banyak kemudahan dan inovasi untuk peserta JKN-KIS.

Salah satu contohnya saa berobat ke rumah sakit, apabila ia terlupa membawa kartu JKN-KIS, Endang hanya menunjukkan kartu KIS digital yang terdapat di aplikasi Mobile JKN.

“Kami dilayani dengan baik, saya sempat lupa bawa kartu jadi saya tinggal menunjukkan kartu di Mobile JKN di HP saya," katanya.

Menutup perbincangan, Endang beserta suami mengaku sangat berharap Program JKN-KIS dari BPJS Kesehatan ini akan selalu ada memberikan manfaat kepada masyarakat di Indonesia.

Serta, ia pun mengajak seluruh peserta dari segala segmen untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan Program JKN-KIS tersebut dengan cara memastikan kepesertaannya aktif selalu dengan membayar iuran tepat waktu. 

Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved