Liciknya Pengedar Narkoba Surabaya Kelabuhi Polisi, Simpan Sabu dalam Alquran, Aksinya Terendus

Upaya pengedar sabu-sabu yang mengelabuhi polisi dengan menyimpan poket sabu-sabu di dalam Alquran terbongkar.

SURYA/FIRMAN RACHMANUDIN
Kanit Idik II Satresnarkoba polrstabes Surabaya, Iptu Danang Eko Arbianto menunjukkan tersangka dan barang bukti, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya pengedar sabu-sabu yang mengelabuhi polisi dengan menyimpan poket sabu-sabu di dalam Alquran dibongkar Unit Idik II Satrenarkoba Polrestabes Surabaya.

Meski sudah berkelit, modus pria bernama Slamet Riyadi alias Siri (45) asal Tenggumung Wetan gang Delima Surabaya itu tetap saja terendus polisi.

"Kami sergap pelaku di rumahnya dengan barang bukti tiga poket sabu-sabu dengan berat total 1,10 gram," kata Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya, Iptu Danang Eko Abrianto, Kamis (2/7/2020).

Daftar Fenomena Langit yang Terjadi di Bulan Juli 2020: Matahari di Atas Kabah hingga Gerhana Bulan

Saat penggeledahan, polisi sempat kesulitan menemukan barang bukti sabu-sabu yang disimpan pelaku.

Setelah beberapa jam menggeledah rumah dan kamar, polisi kemudian mencurigai sebuah kitab Alquran yang digeletakkan di samping televisi kamar tersangka.

"Saat kami buka, ternyata barang buktinya disimpan di dalam lipatan Alquran," tambahnya.

Maia Estianty Keheranan Tahu Harga Makanan Kiriman Suami, Dul: Gak Salah Harga Bun?, Lihat Wujudnya

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

Sementara itu, Siri mengaku nekat menyembunyikan sabu tersebut ke dalam Alquran agar tidak terendus polisi.

"Biar gak ketahuan saja. Biasanya kalau di tempat lain bisa ketemu, di Alquran pikiran saya aman. Ternyata tetap ketemu juga," akunya.

Setidaknya sudah dua bulan terkahir, ia menjalankan bisnis haramnya tersebut.

8 Dokter di Gresik Terpapar Covid-19, IDI Ungkap Kondisi Mereka Saat Ini: Dua Dokter Sudah Sembuh

Siri membeli tiga gram sabu kepada seorang bandar berinisial HL yang dikemas dalam plastik hitam dan diranjau di depan Makan Pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya.

"Saya ambilnya sesuai dengan telepon kurirnya itu. Belinya 3 juta, saya pecah 15 paket. Sudah laku 12 paket tinggal yang tiga ini sisanya," tandas Siri.

Penulis: Firman Rachmanudin

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved