Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Masuk Bromo Bakal Lebih Ketat, Wacana Syarat Rapid Test Mencuat

Jelang dibukanya wisata Gunung Bromo pada 1 Agustus 2020, wisatawan tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa memasuki wisata alam di Jawa T

Surya/Hayu Yudha Prabowo
Antrean wisatawan di Gunung Bromo pada 24 Desember 2019. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Jelang dibukanya wisata Gunung Bromo pada 1 Agustus 2020, wisatawan tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa memasuki wisata alam di Jawa Timur tersebut.

Pasalnya, hasil rapid test diwacanakan sebagai syarat wajib agar bisa berwisatan ke Gunung Bromo.

"Sementara ini ada syarat rapid test. Namun kelanjutannya masih kami bahas nantinya. Apakah itu harus ada surat sehat, kesimpulannya masih belum clear juga," ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kenedie ketika dikonfirmasi, John Kenedie ketika dikonfirmasi, Kamis (2/7/2020).

Wacana penyertaan hasil rapid test atau surat keterangan sehat adalah berdasarkan surat edaran dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

"Dari Ditjen harus rapid test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, Puskesmas atau Klinik," terang John.

John mengatakan, keputusan syarat rapid test ternyata diserahkan kepada setiap kepala daerah yang membawai wilayah administratif kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pasutri Ini Dijambret Sepulang Kulakan di Bubutan, Surat Berharga dan Uang 800 Ribu Amblas

Daftar Harga iPhone Terbaru Juli 2020, Bocoran iPhone 12 Dijual Lebih Mahal dari iPhone 7 Plus

Pulau Natuna Jadi Garis Depan Konflik Indonesia-China, Hubungan Kedua Negara Bakal Memanas?

"Keputusan ini juga tergantung pada Pemerintah Kabupaten masing-masing, melalui tim gugus tugas Covid-19," beber John kepada TribunJatim.com.

Persiapan terkini, pihak TNBTS tengah melakukan sosialisasi kepada pelaku wisata maupun pemilik usaha yang berada di wisata Gunung Bromo.

Sosialisasi itu meliputi perihal skenario protokol kesehatan yang akan diterapkan saat Gunung Bromo dibuka kembali.

"Sasaran sosialisasi yakni dengan sopir jeep misalnya, ya meliputi mengatur tempat duduknya seperti apa, kemudian persiapan mobilnya harus disterilkan dahulu. Juga termasuk suhu tubuhnya seperti apa, inilah yang harus dipersiapkan," jelas John kepada TribunJatim.com.

John menghimbau kepada para wisatawan agar merubah kebiasaan berwisata di kawasan Gunung Bromo.

"Wajib patuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, lalu cuci tangan yang akan kita persiapkan tempatnya. Rentang waktunya satu bulan ini masih kita siapkan fasilitas, sosialisasi dan simulasi," tutupnya. (ew/Tribunjatim.com)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved