Breaking News:

Virus Corona di Sampang

7 Puskesmas di Sampang Ditutup Imbas Pandemi Corona, Banyak Tenaga Medis Kena Covid-19 Seusai Swab

Selama pandemi Corona atau Covid-19 mewabah di Kabupaten Sampang, Madura sudah ada tujuh puskesmas ditutup.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA SYAHPUTRA
Kantor Dinas Kesehatan Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG – Selama pandemi Corona atau Covid-19 mewabah di Kabupaten Sampang, Madura sudah ada tujuh puskesmas memberlakukan penutupan sementara.

Hal itu sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 pasalnya, sejumlah tenaga medis di setiap puskesmas tersebut terkonfirmasi positif virus Corona.

Penutupan sementara pelayanan puskesmas mayoritas dilakukan selama sepekan dan pertama kali dilakukan di Puskesmas Tambelangan dan Robatal pada 15 – 22 Juni 2020.

3 Puskesmas di Gresik Layani Rapid Test Bagi Calon Mahasiswa Baru, Gratis dan Syaratnya Gampang!

Kemudian di pelayanan Puskesmas Banyuates pada 17 – 23 Juni 2020, Puskesmas Omben pada 19 Juni sampai 2 Juli 2020, dan Puskesmas Karang Penang 25 Juni hingga 1 Juli 2020.

Selanjutnya, Puskesmas Jrengik dan Ketapang, keduanya ditutup serentak pada 2 – 8 Juli 2020.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sampang, Asrul Sani membenarkan selama ini sudah ada tujuh puskesmas yang pernah ditutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

Bukti Cinta Irwan Mussry, Kirim Bahan Dapur Harga Selangit hingga Romantis Diam-diam, Maia Bahagia

Namun, dari sejumlah puskesmas itu lima di antaranya sudah dibuka kembali karena estimasi waktu penutupan sudah berakhir.

Sedangkan dua puskesmas lainya masih menjalankan penutupan sementara sebab, baru kemarin ditutup.

“Untuk puskesmas yang masih ditutup Puskesmas Jerengik dan Ketapang, ditutup selama sepekan,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (3/7/2020).

Sebaran Virus Corona di 34 Provinsi Indonesia Jumat 3 Juli 2020, Jawa Timur Masih Tertinggi

Ia menambahkan, penutupan sementara dilakukan karena satu tenaga kesehatan setempat di dua puskesmas tersebut terkonfirmasi Covid-19 setelah menjalankan tes swab.

Maka dari itu, pihaknya menekankan kepada para petugas kesehatan yang lain di dua Puskesmas itu untuk melakukan isolasi mandiri selama satu pekan.

“Petugas kesehatan yang lain dilakukan isolasi mandiri ntuk melihat apakah ada gejala, sedangkan rapid test sudah dilakukan,” pungkasnya.

IDI Jatim Minta Pencairan Insentif Tenaga Medis Covid-19 Dipermudah, Proses Administrasi Dirombak

Penulis: Hanggara Syahputra

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved