Breaking News:

IPM Jatim Masih Terendah se-Pulau Jawa, Khofifah Perjuangkan Sertifikasi Lulusan Pesantren Salaf

Selain tengah berjuang melakukan pengendalian Covid-19, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga fokus untuk meningkatkan IPM Jawa Timur.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap dua Rumah Sakit NU Jombang, Sabtu (4/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM - Selain tengah berjuang melakukan pengendalian virus Corona atau Covid-19, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kini juga tengah fokus untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Timur.

Salah satu alasannya karena hingga sekarang IPM Jawa Timur masih menjadi yang terendah di Pulau Jawa.

Oleh karenanya, urusan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan kini terus diupayakan dalam menjalankan pemerintahan Jawa Timur.

"PR untuk Jawa Timur yaitu IPM masih harus ditingkatkan karena kita ini masih terendah se-Jawa. Maka yang kita tengah lakukan adalah bersurat termasuk melapor ke presiden supaya ada koordinasi dalam cara menghitung IPM," kata Khofifah Indar Parawansa, di hadapan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, juga bupati Jombang dan sejumlah tokoh kiai Jombang di RSNU Jombang, Sabtu (4/7/2020).

Pasalnya selama ini dalam penghitungan IPM tidak disertakan penghitungan dari lulusan pesantren salaf. Yang mana mereka yang tidak mendapatkan sertifikasi atau akreditasi pendidikan formal tidak dimasukkan dalam hitungan kualitas IPM Jawa Timur.

Padahal proses pendidikan di pesantren salaf seharusnya tetap masuk hitungan dalam IPM tapi harus menempuh pendidikan kesetaraan seperti kejar paket A, B maupun C.

10 Besar Provinsi di Indonesia dengan Jumlah Kasus Virus Corona Tertinggi, Jawa Timur Teratas

Reaksi Khofifah Soal Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dikirim ke Pulau Galang, Singgung One Gate System

Namun beberapa masukan dari kiai dan juga pengajar pesantren menganggap bahwa jika pelajar dan lulusan pendidikan di pesantren salaf harus menempuh pendidikan kesetaraan kejar paket membutuhkan waktu yang lama.

"Kita sudah usulkan bagaimana kalau dengan menempuh kesetaraan tiga bulan saja itu cukup dan dapat sertifikasi bagi mereka. Nah ini secara prinsip sudah disetujui, namun untuk penerapan nasional masih butuh waktu," kata Khofifah Indar Parawansa.

Oleh sebab itu ia meminta pengestu dari kiai dan bu nyai serta tiga menteri negara mulai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan tahap dua Rumah Sakit NU Jombang.

2.300 Lansia Jawa Timur yang Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Paket Sembako Kemensos dan Pemprov

NEWS VIDEO: Kebiasaan Baru saat Liburan Nikmati Surga Bunga di Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi

Pembangunan ini merupakan pembangunan tahap kedua, di mana sebelumnya telah ada beberapa ruangan seperti poli khusus serta IGD.

Badan hukum RSNU ini sendiri berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kepemilikan saham PT RSNU 65 persen dimiliki NU secara organisasi dan 35 persen dimiliki publik.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved