Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

41 Santri Gontor Negatif Covid-19 Dikembalikan ke Pondok Kampus 2

Sebanyak 41 santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 di Ponorogo yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, dikembalikan ke PMDG Kampus 2.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 1.500 bantuan alat rapid test ke Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Ponorogo setelah adanya klaster baru 11 orang santri positif terpapar Covid-19, Jumat (10/7/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sebanyak 41 santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 2 di Ponorogo yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, dikembalikan ke PMDG Kampus 2.

Puluhan santri yang sudah menjalani karantina di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya Jatim, disambut dengan Salawat thala'al badru 'alaina oleh keluarga besar PMDG Kampus 2 di Lapangan Sintesa PMDG Kampus 2, Rabu (22/7/200) pagi.

"Pagi hari ini merupakan kesyukuran yang luar biasa bagi kita semuanya. Kita menyaksikan bersama-sama, 51 santri PMDG Kampus 2 yang beberapa hari kemarin mendapatkan musibah dengan dinyatakan positif Covid-19, alhmdulillah pada minggu terakhir ini sudah kembali 41 orang dan telah dinyatakan negatif, Allahu Akbar," kata Jubir Satgas Covid-19, Adib Fuadi Nuriz, saat menyambut santri yang telah selesai menjalani karantina.

Adib juga menginfokan berita gembira hasil tes swab terakhir satu santri positif Covid-19 yang saat ini sedang dirawat di RSUD Ngawi dinyatakan negatif.

"Kami infokan juga bahwa satu santri kita yang posisinya di Ngawi hari ini sudah dinyatakan negatif dan insya Allah 10 orang lagi hari ini atau besok sudah bisa dinyatakan negatif dan sebentar lagi akan kembali ke PMDG Kampus 2 dan bisa mengikuti kegiatan belajar sebagaimana biasa," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Kisah Miris Ibu di Padang Jual Bayinya Rp 3 Juta, Sudah 2 Kali, Mengaku Tak Tahu Siapa Bapak Anaknya

Cerita Aurel Pertama PDKT dengan Atta, Mengaku Awalnya Tak Suka, Sebut Dipaksa Azriel Hermansyah

Saksi Kunci Kematian Editor Metro TV Sebut Tahu Pelaku Pembunuhan, Polisi Ungkap Waktu Kematian Yodi

Adib juga mengingatkan akan pentingnya protokol kesehatan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan di dalam lingkungan pondok.

"InsyaAllah kita selalu berusaha dan berdoa mengimplementasikan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, physical distancing dan menyadari betapa pentingnya kesehatan dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi-Nya untuk sering berwudhu," ujarnya

Sementara itu, Wakil Pengasuh PMDG Kampus Muhammad Hudaya menyampaikan keyakinannya akan janji dan pertolongan dari Allah dalam menghadapi ujian Covid-19 ini.

"Sejak awal kami yakin bahwa Allah itu menguji kita tapi sekaligus Allah menjaga kita. Karena kita adalah para mujahid-mujahid yang berjuang di jalan-Nya. Allah tidak mungkin menyia-nyiakan kita Nak. Sejak awal kami sudah optimis karena memang kondisi anak-anakku sejak masuknya calon santri dan santri lama, semuanya dalam kondisi sehat wal afiat tidak ada gejala sakit dan lain sebagainya," kata Ustadz Hudaya.

Adib menambahkan, penyambutan 41 santri sembuh Covid-19 ini sebagai perwujudan rasa syukur atas kesembuhan dan kembalinya mereka ke PMDG Kampus 2. Tujuan penyambutan ini agar para santri tersebut bisa berbesar hati dan dapat kembali beraktifitas ibadah, serta belajar sebagaimana biasa.

Meskipun para santri ini sudah dinyatakan negatif dan sehat, namun tetap harus menjalankan protokol kesehatan, sebagaimana santri lainnya. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved