Kisah Bunga Jual Diri Sejak Mahasiswi, Keperawanan Direnggut Pacar, Ingin Berubah, 'Normal, Menikah'
Bunga, menceritakan pengalamannya saat terjun ke dunia bisnis prostitusi online. Kini, Bunga ingin hidupnya berubah.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Inilah kisah Bunga yang bekerja sebagai PSK online.
Bunga, menceritakan pengalamannya saat terjun ke dunia prostitusi online.
Kini, Bunga ingin hidupnya berubah.
Apa yang membuat ia mau melakukan pekerjaan tersebut?
Simak ceritanya yang bisa menjadi pelajaran.
• VIRAL Curhat Pria Setubuhi Anjing, Gara-gara Nonton Video, Padahal Istri Hamil, Ending Nasib Miris
Bunga (nama samaran) tinggal di Semarang.
Perempuan yang sempat menempuh pendidikan di sebuah universitas di Kota Semarang itu telah menjadi PSK online sejak mahasiswi hingga bekerja di perusahaan swasta.
Terjunnya Bunga ke prostitusi online itu berawal ketika ia melakukan hubungan intim dengan sang kekasih yang dikenal sejak semester 2.
Namun lambat laun Bunga ditinggal sang kekasih.
Melansir dari TribunJateng ( grup TribunJatim.com ), Bunga merasa perlu melampiaskan hasrat nafsunya kepada seseorang, terlebih saat itu membutuhkan uang.
Meski menjadi PSK online, Bunga menuturkan jika kedua orangtua tak mengetahui.
"Bapak ibu di kampung halaman belum bisa memenuhi kebutuhan saya di kota. Apalagi kadang saya telat bayar kuliah, karena kondisi ekonomi orangtua," tegas Bunga.
Lebih lanjut, Bunga mengaku sempat malu ketika awal diajak untuk masuk ke dunia tersebut.
"Sempat malu dengan teman-teman. Makanya saya sempat ditawari teman untuk mencoba menjual diri. Tapi ajakan itu tidak langsung saya iyakan," aku Bunga, dikutip TribunJatim.com, Selasa (28/7/2020).
• Viral Cerita Mahasiswi Semester 3 Hamil Anak Kembar Ditinggal Pacar: Aku Mutusin Bakal Rawat Anakku
Malu-malu saat terjun, Bunga lantas memberanikan diri dengan hanya melakukan VCS (video call sex) atau mengirim foto-foto bugilnya, kepada pria hidung belang yang dikenalnya melalui media sosial.
Sebagai gantinya, Bunga mendapatkan pulsa sesuai tarif yang sudah dia atur.
"Lumayanlah untuk tambah-tambahan di sini. Tapi itu pun hanya di saat tertentu saja. Tidak rutin tiap hari," tutur Bunga.
Setelah lulus kuliah, Bunga mencoba mencari pekerjaan ke berbagai tempat.
Namun selang satu tahun, pekerjaan yang dia idamkan tak kunjung didapat.
• KRONOLOGI Pria Setubuhi Anjing yang Viral, Hujan Deras, Nyoba Dulu, Curhat Berujung Laporan Polisi
Frustrasi tak kunjung dapat pekerjaan akhirnya Bunga mencoba jual diri di media sosial.
Meski demikian, Bunga memilih pelanggan yang akan menggunakan jasanya itu.
"Saya awalnya pilih-pilih. Tidak semua orang yang mengajak saya kencan, saya iyakan. Cenderung pilih yang masih muda-muda. Soalnya masih takut kalau ada apa-apa. Setidaknya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar kos," tutur Bunga.
Dalam semalam, Bunga hanya membatasi maksimal dua pria orang hidung belang saja. Media yang dia gunakan untuk mejual diri yakni melalui aplikasi MiChat maupun Twitter.
"Saya masih tidak berani long time. Hanya sort time saja. Itupun eksekusinya di hotel tertentu, karena saya juga ingin jaga keamanan diri. Sekali ST (short time) saya tarif Rp 700 ribu maksimal durasi 1 jam.
Pembayaran juga saya lakukan saat ketemu atau COD, biar pelanggan tidak menganggap saya penipu," ujar wanita yang kini berusia 26 tahun ini.
• Heboh Sejoli Berduaan di Hotel Jadi Tontonan, Aksi Wanita di Jendela Terlihat, Teledor Berujung Malu
Berjalannya waktu, akhirnya Bunga mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan di sebuah perusahaan swasta di Kota Semarang.
Jika dilihat dari penampilan, Vunga sehari-hari tetap menggunakan pakaian sopan, tidak seronok.
"Jujur tidak ada yang tahu saya seperti ini. Termasuk orangtua saya juga. Tapi sejak saya sudah kerja, agak mengurangi menjual diri di medsos. Itupun kalau saya lagi butuh uang tambahan atau enggak capek, baru mau booking out (BO). Apalagi saat ada corona, agak hati-hati," imbuh Bunga.
Bunga secara terus terang pernah ditawari oleh seorang pengusaha asal Semarang, untuk menjadi istri siri.
Namun ia tolak, karena Bunga berprinsip tidak ingin menghancurkan keluarga orang lain.
"Saya hidup enggak mau menyakiti orang lain. Tentu kalau tawaran itu saya terima, istri sahnya akan tersakiti. Memang sih saya akan dapat banyak materi dari dia. Tapi hati jadi enggak tenang," beber Bunga.
Dirinya mengaku saat ini sudah jarang membuka layanan BO di medsos. Alasannya sederhana, karena dia kini sudah mendapatkan pekerjaan dan takut corona. Sehingga ia lebih memilih menghindarinya.
"Masih takut kalau harus open BO lagi. Sekarang saya justru sedang fokus jualan baju di medsos. Biar punya kesibukan lain dan terlepas dari jerat prostitusi. Saya hanya ingin hidup normal, menikah, dan membesarkan anak-anak dengan baik," terang Bunga.
• Editor Metro TV Bunuh Diri Diragukan Ayah Yodi Prabowo, Kesaksian Warga Tidak Dengar Erangan
Istilah yang Sering Dipakai PSK Online
Istilah-istilah Siap BO, ST saja, stay hotel, nawar nggak logis auto blok, hanya teman tak lebih, Ready, Chat di Bandungan, Hargai profesi, Need Valid, dan sebagainya telah marak di media sosial.
Ternyata nama dan foto profile di grup itu tersamarkan sehingga hanya orang tertentu yang mengenalinya itu jaringan prostitusi online.
Berdasar penelusuran Tim Tribunjateng.com, selain di Facebook ada juga aplikasi yang sering dimanfaatkan oleh para PSK menjajakan diri.
• Curhat Kesedihan Yan Vellia, Rindu Didi Kempot dan Singgung Orang Jahat: Tanpa Menganggap Kami Ada
Mereka menawarkan diri sendiri.
Bukan "menjual" nama orang lain.
Entah ada yang mengkoordinir atau tidak, belum diselidiki.
Dalam status yang mereka pajang, ada yang blak-blakan siap dibooking dan layani seks namun sebagian disamarkan dikemas sebagai paket pijat plus.
• VIRAL Ibu Hamil Syok Lihat Suami Temani Selingkuhan di RS, Sama-sama Mau Lahiran, Lihat Reaksi Bidan
Mereka siap dipanggil ke rumah, namun lebih banyak perempuan itu menawarkan diri siaga di kamar hotel/penginapan menunggu "pemesan" datang atau di kamar kos.
Operasional mereka sebagian menggunakan aplikasi Michat.
Istilah yang mereka pakai untuk menarik pengguna jasa (pria hidung belang) antara lain Valid, Hanya yang Serius, Siap BO, ST saja, stay hotel, nawar nggak logis auto blok, hanya teman tak lebih, Ready, Chat di Bandungan, Hargai profesi, Need Valid, dan sebagainya.
Selama pandemi Covid-19 ini banyak dijumpai sejumlah perempuan menawarkan diri melalui media sosial.
Sebut saja di faceboook, mereka membuat grup tersendiri yang berisi para wanita memajang foto-foto dan tarif "kencan".
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Pengakuan Bunga PSK Online di Semarang: Kegadisan Direnggut Pacar hingga Diajak Nikah Siri dan Istilah-istilah Ini Yang Sering Dipakai PSK Online yang Bertebaran di Media Sosial Saat Ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-kisah-bunga-jual-diri-sejak-mahasiswi-jadi-psk-online-keperawanan-direnggut-pacar.jpg)