Breaking News:

Antisipasi Idul Adha, Pertamina Tambah Pasokan LPG Hingga 6 Persen

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) pastikan distribusi dan stok Liquified

SURYA/HABIBUR ROHMAN
PENURUNAN KONSUMSI - Jelang berakhirnya masa aktif satgas Ramadhan, Idul Fitri dan Covid-19 (Rafico) 2020, Pertamina mencatat adanya perubahan basyarakat terkait jumlah konsumsi bahan bakar, Kamsi (4/6/2020). Penurunan ini di antaranya pada LPG (rumah tangga), Gasoil (Biosolar & Dex series) dan gasoline (Premium & Perta series) yang mencapai hingga 32%. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) pastikan distribusi dan stok Liquified Petroleum Gas (LPG) aman.

Hal ini terkait dengan moment perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada Jumat (31/7/2020).

Rustam Aji, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V, mengatakan, kebutuhan masyarakat akan produk LPG di wilayah Jatim memiliki kecenderungan tren meningkat di beberapa momen perayaan hari besar keagamaan.

"Peningkatan konsumsi LPG juga diprediksi beberapa hari lagi jelang Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban," kata Rustam, Rabu (29/7/2020).

Selain itu, peningkatan jumlah konsumsi yang juga terjadi seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Seperti warung-warung makan, restoran dan kafe, yang sebagian sudah beroperasi kembali, pasca PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Kisah Aisyah 15 Tahun Tak Bisa Bangun, Kulit Mengelupas hingga Tubuh Bisa Kaku, Berawal dari Hajatan

Dokter di Blitar Meninggal Diduga Covid-19, Gugus Tugas Telusuri Pasien yang Berobat di Kliniknya

Hasil Swab Test Ibu Hamil di Surabaya: 11 Positif Covid-19, Diisolasi Khusus di Asrama Haji Sukolilo

Hingga Senin (26/7/2020), Pertamina MOR V mencatat, rata-rata konsumsi harian LPG di Jatim mencapai 4.090 Metrik Ton (MT) perhari. Dan menjelang Idul Adha, pihaknya menambah supply LPG fakultatif sebesar 6 persen atau ditambah menjadi 4.300 MT perhari.

Rustam menambahkan, pihaknya secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya penyaluran dan pengawasan penggunaan LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran.

Momen meningkatnya kebutuhan LPG seringkali dimanfaatkan oleh oknum spekulan (pengecer), yang mempermainkan harga jual tanpa mengacu ke Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah.

"Oleh karena itu kami himbau masyarakat, agar membeli langsung LPG di pangkalan resmi LPG dan Outlet Brightgas Pertamina," jelas Rustam.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved