Mendikbud Nadiem Makarim Minta Mahasiswa Ubah Paradigma Pendidikan Setelah Pandemi Corona Berakhir
Setelah pandemi Corona, Nadiem Makariem meminta mahasiswa mengubah paradigma pendidikan.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Program Kampus Merdeka menjadi inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus digalakkan di tengah pandemi Covid-19.
Gagasan ini kembali disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim, dalam Webinar Nasional bertema Recovery Pembangunan Nasional Pasca Pandemi melalui Konsep Pentahelix yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (4/8/2020).
Menurut Nadiem Makarim, pendidikan tidak dapat berdiri sendiri dalam pembangunan nasional, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, masyarakat, pengusaha, dan media.
Sinergisitas kelima pilar tersebut biasa disebut dengan konsep pentahelix.
• Tragedi Perang Antar Besan saat Resepsi, Masalah Sepele, Bermula Makan Keluarga, Endingnya Hancur
“Ke depannya, Saya berharap pada mahasiswa yang telah melewati berbagai perubahan akibat pandemi untuk mengubah paradigma/mindset mereka. Mahasiswa harus yakin bahwa mereka bisa menjadi penggerak. Mereka bisa melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat,” ujar Nadiem.
Nadiem Makariem meyakini tujuan tersebut tak bisa dicapai tanpa partisipasi dosen dan praktisi.
Menurutnya, mahasiswa didorong sebanyak mungkin mencari pengalaman melalui perkuliahan di luar studi keilmuannya, magang di perusahaan, dan pengabdian masyarakat.
"Dosen juga harus memperbanyak pengalaman di luar kampus. Dan mahasiswa harus difasilitasi dengan mendatangkan praktisi-praktisi dari luar kampus,"lanjutnya.
• Siapa Yuliana Saputri Si Istri Cak Malik? Janda Cantik Asal Nganjuk Usia Masih Muda, Lihat Potretnya
Selain itu, program studi juga dituntut menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi, organisasi, hingga perusahaan di luar kampus sehingga suatu instansi pendidikan tinggi dapat memiliki spesialisasi keilmuannya masing-masing.
“Tidak ada inovasi atau perubahan, tanpa mengambil risiko. Kita harus keluar dari zona nyaman,” tegasnya.
Nadiem juga berharap, Kampus Merdeka dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi.
Orientasi lulusan bukan lagi mencari pekerjaan saja. Namun, berorientasi untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat terdampak pandemi Corona.
• Rangkaian Perawatan Kulit Cegah Munculnya Tanda-tanda Penuaan Dini, Perhatikan Penggunaan Skincare
Senada dengan Nadiem, Prof. Nurhasan, rektor Unesa mengutarakan komitmen Unesa untuk mendukung penuh program Kampus Merdeka.
Ia melihat kampus merdeka bisa menjadi momentum peran akademisi dalam pembangunan nasional pasca pandemi.
“Pada prosesnya, konsep merdeka belajar ini akan memberikan pengaruh pada ekosistem Pentahelix, yakni suatu sinergi yang menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah,” terangnya.
• Viral Video Detik-detik Aksi Pembegalan di Cimahi, Pelaku Bawa Pisau dan Korban Melawan Pakai Helm