Seniman Surabaya Demo Risma
Usung Peralatan Manten Lengkap ke Balai Kota Surabaya, Tuntut Wali Kota Cabut Perwali
Selain seniman panggung, seniman tradisional dan pelaku pengantin juga turun jalan ikut berdemo di Balai Kota Surabaya, Rabu (6/8/2020).
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain seniman panggung, seniman tradisional dan pelaku pengantin juga turun jalan ikut berdemo di Balai Kota Surabaya, Rabu (6/8/2020).
Bahkan mereka juga mengusung perkakas dan properti lengkap wedding dan mantenan ke kantor Wali Kota Surabaya itu.
Tampak belasan mobil pengangkut properti khusus perbijahan diparkir di Jl Sedap Malam. Persis di depan rumah dinas atau kediaman Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
"Kami tak berani menggelar even weding di Surabaya takut dibubarkan. Kami berharap kami diizinkan kembali menggelar hajatan dan even pernikahan," kata Anang, salah satu pemilik wedding kepada TribunJatim.com.
Wedding saat ini mandek setelah ada ketentuan protokoler corona dengan mengacu pada Perwali 33/2020.
• Dul Jaelani Melongo Gaya Pacaran Al Ghazali, Ibu Maia Tegas: Cari yang Soleha, Ditegur Sang Nenek
• Demi Nikahi Ahok, Puput Nastiti Devi Rela Lepas Jabatan di Kepolisian, Kini Rindu Pakai Seragam
• Ratusan Pekerja Seni Geruduk Balai Kota Surabaya, Tuntut Risma Cabut Perwali
Tidak hanya pelaku wedding, seniman musik hajatan dari grup Kamanjaya, Lakarsantri, juga kecewa atas pemberlakuan aturan hajatan di Surabaya.
"Ini saatnya kami banyak pesanan karena bukan nikah, bulan Besar (Jawa). Juga ini momen Agustusan, kami biasanya manggung. Saat ini kami dilarang," kata Sugiyo, seniman musik hajatan. (Faiq/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-properti-pengantin-diusung-ke-balai-kota-surabaya-demo-cabut-perwali.jpg)