Breaking News:

Workshop di DeDurian Park Jombang, Ajak Warga Sulap Limbah Kayu Jadi Barang Bernilai Ekonomi Tinggi

Selama ini, limbah kayu sering dianggap sampah, hingga biasanya dibuang atau jadi kayu bakar. Padahal di situ ada nilai ekonomi yang sangat tinggi.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Workshop Limbah Kayu Jadi Bahan Produktif di Aula Bido DeDurian Park Wonosalam Jombang, Minggu (9/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Selama ini, limbah kayu sering dianggap sampah, hingga biasanya dibuang atau jadi kayu bakar.

Padahal di situ ada nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan pasaran internasional sangat membutuhkan.

Hal ini ditegaskan Farhan Asyari, pengusaha, eksportir kerajinan kayu asal Solo dalam pembukaan Workshop Limbah Kayu Jadi Bahan Produktif di Aula Bido DeDurian Park Wonosalam Jombang, Minggu (9/8/2020).

"Saya lihat banyak kayu limbah tergeletak dimana-mana, bahkan dijual murah menjadi bahan kayu bakar. Ayo saatnya belajar, kreatif dan ubah mindset bahwa limbah kayu itu barang berharga," tegasnya.

Farhan kemudian menjelaskan potensi limbah kayu, cara memilih, dan mengolah, dan yang utama kreatif desain menjadi andalan.

"Kayu lama, bekas rumah kuno yang kecil-kecil tidak terpakai, mulai kumpulkan. Kelak padu dengan kayu limbah dikombinasi dengan akrilik dan besi akan menjadi menarik," lanjutnya.

PSBB Berakhir, Bisnis Tanaman Hias di Kota Batu Mulai Menggeliat, Omzet Naik hingga Tiga Kali Lipat

Gairahkan Pasar Properti di Tengah Pandemi, Intiland Luncurkan Klaster Baru di Graha Natura Surabaya

Ahli kayu yang karyanya sudah menyebar di pasaran Eropa dan Amerika itu kemudian menunjukkan sejumlah contoh yang dibawa dari Solo.

Pemandu acara Jamaludin Malik mengajak peserta untuk menggali apapun yang ingin diketahui.

"Selama ini kita remehkan limbah kayu itu. Ayo mulai hari ini kita kumpulkan dan diolah dengan kreatif," paparnya.

Sementara itu, CEO DeDuian Park, Yusron Aminulloh, mengaku senang karena workshop ini diadakan tanpa biaya apapun.

Bangunan Cagar Budaya di Heritage Kayutangan Berubah Total, TACB Kota Malang Minta segera Ubah Ulang

Berburu Durian Bido di Desa Wonosalam Jombang, Si Raja Buah yang Legit dan Maknyus, Coba Yuk!

"Terima kasih sahabat Farhan yang mau bagi-bagi ilmu jauh-jauh dari Solo. Ini kesempatan penggiat wisata, kampung adat dan warga Wonosalam memahami bahwa limbah kayu ini berharga," tegasnya.

Yusron berharap, kelak akan diadakan lagi workshop lebih lama dan luas pesertanya langsung dengan praktik.

"Semoga 2 bulan lagi bisa kita gelar lebih komprehensif," ujarnya.

"Goal program ini ada tiga. Pertama, menjadikan limbah kayu berharga, menciptakan peluang kerja bagi masyarakat Wonosalam, dan ketiga, kesejahteraan warga karena modalnya tidak hanya kerja keras, tapi kerja cerdas dan kreatif," tambahnya.

Editor: Dwi Prastika

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved