Breaking News:

Bisnis Kaktus Mini Mahasiswa Surabaya Ini Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah, 'Awalnya Cuma Iseng'

Mahasiswa semester akhir Universitas Dr Soetomo Surabaya ini punya bisnis dengan omzet puluhan juta. Hasil bisnis kaktus mini berawal iseng.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/MELIA LUTHFI HUSNIKA
Vina Nur Nadiro, pemilik bisnis kaktus mini, mahasiswa semester akhir Universitas Dr Soetomo Surabaya. 

"Dari 6 pot tadi karena banyak yang minat terus nambah-nambah dan jadi seperti sekarang ini," papar Vina.

Selama masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ), tingkat pembelian kaktus di tempatnya tidak berkurang.

"Justru nambah setelah ibu Wali Kota turut mempromosikan. Setelah itu malah banyak yang datang," imbuhnya.

Sehari, bisnis kaktus rumahan milik Vina ini bisa menghasilkan omzet Rp 500 ribu - Rp 1 juta.

Selain mencari kaktus dari kolektor dan petani kaktus di beberapa daerah hingga impor, Vina juga menanam kaktus sendiri di ladang miliknya.

Ia menanam beberapa jenis kaktus seperti kaktus koboi, kaktus centong, kaktus lilin hingga tanaman sukulen.

"Iya menanam juga beberapa (kaktus). Karena perawatannya tidak susah dan supaya stoknya ada terus," jelas Vina.

Vina mengaku ia bahkan sudah mempunyai reseller dari beberpa kota seperti Madiun, Jombang hingga Madura.

Peminat Kaktus Kediri milik Vina ini tak hanya dari Kediri dan sekitarnya. Peminatnya sudah sampai luar kota bahkan pulau.

"Sudah pernah kirim ke Natuna, Balikpapan, Palangkaraya, Sulawesi barat, Jakarta, dan Bali," terangnya.

Untuk harga, Kaktus Kediri ini dipatok mulai harga Rp 15 ribu - Rp 300 ribu tergantung jenis dan pot.

"Kami menyediakan banyak jenis. Ada lokal ada import. Harganya bervariasi," pungkasnya.

Penulis: Melia Luthfi Husnika

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved