Breaking News:

Kemenparekraf Ajak Warga Tengger Bersih-bersih dan Patuhi Protokol Agar Pelancong Bromo Segera Pulih

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak warga Tengger Bromo untuk menaati protokol kesehatan.

SURYA/Tony Hermawan
Kordinator Harmonisasi dan Evaluasi dan Kebijakan Lintas Sektor, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maman Rahmawan (dua dari kanan) saat mengkampanyekan gerakan BISA kepada warga Tengger Bromo, Sabtu (5/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak warga Tengger Bromo untuk menaati protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru.

Kampanye itu dilakukan lewat gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan pakai masker di Puncak Seruni, Ngandisari Bromo, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (5/9/2020).

Kordinator Harmonisasi Dan Evaluasi dan Kebijakan Lintas Sektor, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maman Rahmawan mengatakan, tujuan kampanye ini dilakukan adalah untuk menarik minat kembali minat pelancong.

Terkuak Permintaan Terakhir Adjie Massaid, Soal Reza Artamevia Bukan Angelina, Aaliyah: Ibu Gak Bisa

Ahmad Dhani Semprot Sikap Anak Mulan Pada Putra Maia, Safeea Malah Balik Kesal: Lebih Mending Aku

Sebab, tak memungkiri adanya penutupan Bromo demi mencegah penularan pandemi Covid-19, nyatanya banyak warga yang menjadi kehilangan pekerjaan.

"Tujuannnya gerakan BISA ini tujuannya untuk itu meningkatkan itu (pendapapatan ekonomi) dan juga mempercantik wisatanya," kata Maman, Sabtu (5/9/2020).

Selain itu Maman juga menyatakan,  Bromo akan dijadikan destinasi wisata bertaraf internasional jika pandemi Covid-19 sudah dinyatakan usai.

"Kami harapkan seperti itu, karena kan pariwisata penunjang perekonomian Indonesia, kami harapkan akan segera meningkat termasuk wisata-wisata lainnya," ucapnya.

Penampakan Mulan Jameela saat Tidur Dikuak Ahmad Dhani, Bahas Bahagia & Punya Semuanya, Kenikmatan

Agar semua cita-cita tersebut bisa terwujud, Maman berpesan kepada agar bisa warga Tengger bisa menjalankan benar program 3M. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Seberapa pun upaya kita tapi kalau masyarakat masih abai, saya kira hasilnya ya kurang bisa maksimal. Jadi ayo kalau wisatawan lihat warga lokalnya patuh protokol kesehatan kan jadi senang jadi mereka merasa aman,"pesannya.

Perlu diketahui, gerakan BISA ini juga serentak dilaksanakan di beberapa daerah wisata lainnya. Misalnya, 

Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA dan Kampanye Pakai Masker di Pantai Pulau Santen Banyuwangi

Biduk-Biduk, Berau, Kalimantan Timur, Banyuwangi, Malang, Probolinggo dan Bali. 

Untuk daerah Probolinggo kegiatan berlangsung selama dua hari pada 5 dan 6 September 2020.

Pada hari pertama, 200 warga diajak untuk bersih-bersih Puncak Seruni Ngadisari. Dan hari berikutnya, kegiatan ini akan berlanjut di Lautan Pasir Bromo Tengger Semeru.

Gerakan bersih-bersih ini dilakukan agar nantinya Bromo bisa menjadi tempat wisata yang dapat memenuhi standart kebersihan di masa kenormalan baru. (SURYA/Tony Hermawan)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved