Hadapi Pandemi Covid-19, Dituangkan Dalam Lomba Lukis di Taman Krida Budaya Kota Malang
Sebanyak 291 peserta mendaftar di Indonesia Painting Contest (IPC) di area Taman Krida Budaya Kota Malang, Minggu (6/9/2020). Tema lomba yang diangkat
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 291 peserta mendaftar di Indonesia Painting Contest (IPC) di area Taman Krida Budaya Kota Malang, Minggu (6/9/2020). Tema lomba yang diangkat soal pandemi.
"Terserah dari para pelukis bagaimana menyerap pandemi di mata mereka. Ada kegelisahan apa, perasaan apa untuk divisualkan. Mungkin ada yang gembira, sedih atau perasaan lain soal pandemi," jelas Mustafa, ketua pelaksana lomba pada suryamalang.com.
Area di sekitar Taman Krida dijadikan lokasi lomba. Karena luas, maka peserta tidak menggerombol di satu titik. Ada yang melukis di dekat parkiran motor karena teduh, ada yang dekat pendopo, dibawah pohon dll. Semua menjaga jarak.
Dengan kondisi ini, mereka terlihat asyik melukis sesuai tema. Ada yang pelukis menggambar suku di Papua yang berburu memakai masker.
Ada juga lukisan Presiden Jokowi bermasker, kemudian empat orang lainnya yang digambarkan sebagai pemeluk agama lain memakai masker. Serta ada tetesan darah dan kegiatan seperti memperbarui warna di burung Garuda sebagai Bhineka Tunggal Ika. Ini disatukan dalam satu frame lukisan.
• Akademisi Ingatkan Bakal Calon Bupati-wakil Bupati Gresik Harus Peduli Terhadap Lingkungan
"Saya memotret kondisi sekarang. Dalam kondisi pandemi Covid-19 harus tetap bersatu di masa krisis bencana ini," jelas Widianto atau Antok Lukis dari Bondowoso kepada TribunJatim.com.
Ketua Perupa Kabupaten Bondowoso itu mengaku inspiransi lukisannya setelah membaca berita-berita di media.
"Sejauh ini tidak ada kesulitan bagi saya dengan tema pandemi yang diminta panitia," jawabnya. Masing-masing pelukis bisa menyampaikan apa yang dibenak mereka tentang pandemi yang bisa diangkat dalam goresan alat lukis mereka.
Ditambahkan Mustafa, para pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur. Karena di masa pandemi, panitia mengedepankan protokol kesehatan. Begitu masuk ke area Taman Krida, disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair. Juga ada hand sanitizer. Saat ikut lomba, peserta selain mendapat kaos juga masker. "Kami juga selalu mengingatkan agar jaga jaraknya," ujar dia kepada TribunJatim.com.
Panitia menyediakan banyak hadiah. Juara 1 sebesar Rp 20 juta. Juara 2 Rp 15 juta dan juara 3 Rp 10 juta. Selain itu, juara harapan ada 10 (1-10) masing-masing Rp 1,5 juta. Sedang nominator 1-20 diberikan hadiah per orang Rp 500.000. Juga ada hadiah door prize seperti cat, tripot dll. "Pesertanya banyak sekali. Maka kami memberi banyak hadiah," ungkapnya.
Peserta yang sudah dimasukkan grup WA itu diharapkan juga tetap saling silahturahmi pasca lomba.
"Kadang ada yang tahu karyanya, tapi tidak tahu nomer HP-nya," jelasnya.
Para pelukks diharapkan tetap berkarya meski ada pandemi. Pandemi diharapkan tidak menjadi penghalang berkreasi namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. (Sylvianita Widyawati/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-lomba-lukis-di-area-taman-krida-budaya-kota-malang-minggu-692020.jpg)