BKSDA Turun Cek Kondisi Harimau Kurus Viral di Medsos, Minta Zoo dan Goa Buatkan Kandang Khusus
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun periksa kondisi 'Beksi' di Maharani Zoo dan Goa Lamongan. Harimau kurus yang viral di media sosial.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Selain Polres Lamongan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turut konsen terkait harimau di Maharani Zoo dan Goa Lamongan yang viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, harimau itu tampak kurus kering dan menyita perhatian warganet.
BKSDA pun turun untuk mengecek kebenaran viral Harimau Sumatera tersebut.
• Jumlah Pengunjung Alun-alun Surabaya Bakal Dibatasi, Imbas Pandemi Covid-19 Masih Belum Reda
• Arema FC Mengenang Sosok Alfred Riedl: Bukan Sekedar Pelatih, Tapi Inspirasi Bagi Insan Sepak Bola
Kabid BKSDA Wilayah II Gresik, Widodo mengatakan, kedatangannya ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan untuk mengecek kebenaran video viral tersebut.
BKSDA ke lokasi bukan tanpa alasan, bahkan katanya, tidak datang seorang diri tapi membawa tim untuk memeriksa secara keseluruhan.
"Ini teman-teman dari BKSDA dibantu tim Wild Rescue Unit (WRU) kemudian ada dokter hewan juga," ungkapnya.
• Viral Video Aksi Konvoi Segerombolan Klub Moge, Dikawal Oknum Polisi: Bukan Satlantas Polres Tangsel
• Gubernur Khofifah serahkan Bantuan Subsidi Upah Kepada Pekerja di Jawa Timur dan Piala Paritrana
Menurut Widodo, Baksi (nama harimau, red) termasuk harimau yang sangat produktif. Pasalnya, Baksi mempunyai pasangan dan mampu memberikan keturunan 3 ekor harimau.
Nama-nama anak harimau itu bahkan diberikan oleh Menteri LH, yaitu Rengganis, Raung dan Rani. Sudah dilakukan pemeriksaan morfologi, nutrisi, pakan dan rekam medis.
"Kesimpulan sementara harimau Baksi ini usianya sudah tua, " kata Widodo pada wartawan saat melihat kondisi Baksi.
• Viral Video Aksi Konvoi Segerombolan Klub Moge, Dikawal Oknum Polisi: Bukan Satlantas Polres Tangsel
• Aji Santoso Menilai Laga Timnas U-19 vs Kroasia Ditujukan untuk Melihat Kekuatan Fisik Pemain
Sedang dari cek pola pemberian nutrisi dan juga rekam medis kesehatan dan ternyata track record dari rekam medisnya cukup sehat, termasuk pemberian pakannya juga diberikan normal.
Harimau ini juga akan ditimbang untuk mengetahui lebih jauh morfologi harimau ini. Ditambah body skoring, untuk mengetahui perubahan seiring dengan usia yang sudah tua.
"Kalau dari segi morfologi jelas, si dia sudah salah. Kecuali mengambilnya dari atas pasti kelihatan kurus," ungkapnya.
Pertimbangan usia harimau yang sudh tua itu, BKSDA menyarankan kepada pengelola untuk menyediakan ruang khusus dan penanganan ekstra .
Yaitu dengan membuat kandang karantina khusus agar ada perhatian lebih, mengingat usianya.
Sementara itu, Dokter hewan Maharani Zoo dan Goa Lamongan, drh Laily Purnamasari mengatakan, sejak berada di Maharani kondisi kesehatan Baksi baik dan sudah produktif.
Memang Baksi pernah dilakukan tindakan medis pada ekornya karena ekor Baksi terluka saat berkelahi dengan sesamanya.
"Alhamdulillah selama berada di Maharani, Baksi ini tidak pernah sakit," kata Laily.
Usianya sudah tua, wajar kalau berat badannya berkurang. Baksi tidak bisa terus menerus dikurung di kandang, sesekali harus di luar untuk melatih animal behaviour-nya.
Menanggapi unggahan video yang viral itu, menurutnya bisa menjadi pengendali dan koreksi bagi menejemen.
Apa yang harus dilakukan dan ini menjadi starting poin di Maharani Zoo untuk mengingatkan semua di lembaga konservasi untuk tetap memberikan perhatian serius walaupun satwa itu berusia tua.
Pihaknya juga akan memperhatikan saran BKSDA dengan membuat ruang konservasi khusus bagi hewan-hewan yang berusia tua.
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kabid-bksda-wilayah-ii-gresik-widodo-turun-pantau-kondisi-harimau.jpg)