Virus Corona di Nganjuk

Menarik Kembali Minat Orang Tua, Bunda PAUD Nganjuk Launching Gerakan Mendaftarkan Anak ke Sekolah

Bunda PAUD Nganjuk launching Gerakan Mendaftarkan Anak ke Sekolah untuk menarik kembali minat orang tua mendaftarkan anaknya ke PAUd di tengah pandemi

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pelepasan balon ke udara oleh Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia Hidayat dalam launching Gerakan Mendaftarkan Anak ke Sekolah PAUD, Jumat (25/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Kabupaten Nganjuk melaunching Gerakan Mendaftarkan Anak ke Sekolah.

Hal itu sebagai upaya menarik kembali minat orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke PAUD di tengah pandemi Covid-19 ( virus Corona ).

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, walaupun di masa pandemi Covid-19, agama dan nabi memerintahkan untuk menuntut ilmu, karena wajib bagi muslim.

Terlebih pendidikan di usia dini diperlukan, karena usia dini merupakan usia di mana kualitas manusia mulai bisa dibentuk. Hanya saja, ada tantangan tersendiri bagi para pendidik sekarang yang cukup berat.

"Musuh paling berat itu adalah narkoba dan gadget. Banyak yang mengincar anak PAUD, SD, SMP untuk jadi target konsumen narkoba. Ini yang harus ekstra diwaspadai bersama," kata Novi Rahman Hidhayat, Jumat (25/9/2020).

UPDATE CORONA di Nganjuk Minggu 20 September, Kasus Positif Tembus 408 Orang, Penularan Keluarga

Ruang Isolasi Penuh, Pemkab Ponorogo Siapkan Tiga Gedung untuk Jadi Shelter Penanganan Covid-19

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, untuk gadget juga membahayakan. Jika tidak dikontrol penggunaannya maka gadget akan bisa merusak anak.

“Makanya kami berpesan kepada seluruh orang tua, agar berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir penggunaan ponsel ketika ada anak-anaknya. Jika tidak sedang bersama anak tidak apa-apa, namun ketika dengan anak maka singkirkan ponsel dan lebih baik ajak dia main," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Sementara Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia Hidhayat mengatakan, pengasuhan dan pendidikan PAUD di masa pandemi Covid-19 memang hal yang baru.

Di mana ada perbedaan dalam PAUD sebelum dan saat pandemi Covid-19, terutama pengaruhnya pada kesehatan fisik dan mental anak, serta bagaimana solusinya.

Klaster Keluarga Tambah 10 Kasus Positif Covid-19 di Nganjuk, Kini Total Pasien Tembus 400 Lebih

Petugas Gelar Razia di Perbatasan Kota-Kabupaten Madiun, 9 Pengendara Tak Pakai Masker Dapat Sanksi

"Covid-19 telah mengajarkan pada kita bagaimana PAUD sejatinya, di mana peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bisa berperan optimal, orang tua dan guru harus bisa bekerja sama dalam mendidik anak,” kata Yuni Sophia Hidhayat.

Oleh karena itu, tambah Yuni Sophia Hidhayat, meski saat ini masih pandemi Covid-19, keluarga dan orang tua tidak boleh terlena terhadap pendidikan anaknya.

"Jadi, pendidikan anak di tengah pandemi Covid-19 harus tetap diberikan walaupun dengan sementara tidak melakukan tatap muka dahulu dalam gedung sekolah," tutur Yuni Sophia Hidhayat.

Sedangkan dalam memperingati HUT ke-15 PAUD, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat melakukan potong kue yang diserahkan pada Bunda PAUD, Yuni Sophia Hidhayat yang kemudian menyerahkannya kepada Ketua Himpaudi, Konik Astuti. Dan untuk Launching Gerakan Mendaftarkan Anak ke PAUD ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved