Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Virus Corona di Sumenep

7 Desa di Kecamatan Saronggi Sumenep Lockdown, Warga Terlihat Masih Tetap Ramai Keluar Masuk

Pemkab Sumenep, Madura lakukan pembatasan aktivitas sosial atau lockdown tujuh desa di Kecamatan Saronggi.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Pipin Tri Anjani
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Pintu utama akses jalan ke 7 desa yang dilockdown oleh pemkab Sumenep. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pemkab Sumenep, Madura lakukan pembatasan aktivitas sosial atau lockdown tujuh desa di Kecamatan Saronggi sudah tinggal sehari lagi, yakni dari tanggal 21 September - 4 Oktober 2020.

Namun, kebijakan untuk menekan penyebaran virus Corona atau covid-19 tersebut diduga tak maksimal, pasalnya masih banyak aktivitas warga keluar masuk meskipun akses jalan utama ke 7 desa yang dinyatakan zona merah telah ditutup dan dijaga ketat oleh para petugas.

TribunMadura.com (grup TribunJatim.com) melakukan penelusuran pada hari Jumat (2/10/2020) di lokasi 7 desa yang di lockdown tersebut, sayangnya meskipun jalan utama telah ditutup dengan palang besi dan drum itu terlihat aktivitas truk, mobil pribadi, warga yang mengendarai sepeda motor keluar masuk tanpa diperiksa dan dicek suhu oleh petugas.

Bahkan disepanjang jalan raya menuju 7 desa tersebut banyak warga tanpa menggunakan masker lalu-lalang bebas.

BERITA TERPOPULER JATIM: Santriwati Pacitan Hamil Disetubuhi 9 Kali hingga Paman Tega Cabuli Ponakan

Dokter Syok Lihat Kondisi Janin Zaskia Sungkar, Sebut Harusnya Lebih Besar, Irwansyah: Masha Allah

Meskipun di desa tersebut ada pos jaga, seperti di desa Saroka dan lainnya itu tanpa ada petugas yang menjaga dengan ketat dan memeriksa suhu badan warga.

Salah satu penjual rujak di desa Saroka, Satnariya (56) mengakui jika warga biasa keluar masuk untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari dan mencari pakan sapi di luar desanya melalui jalan pintas (tikus) meskipun pintu utama ditutup dan dijaga oleh petugas.

"Kalau pintu utama ditutup memang, tapi warga biasa keluar masuk pak. Kan di jalan utara yang di tutup di pintu utama dibuka oleh petugas, ya mau makan apa kalau kita disini suruh diam di rumah," katanya sambil melayani pembeli rujak.

Bahkan pasar rakyat di desa kebun dadap barat itu masih biasa normal, motor dan pembeli untuk sampai ke pasar itu harus melewati jalan pintas (tikus).

"Iya lewat jalan pintas dan gak diketahui oleh petugas," katanya.

Wakil Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumenep, Abd Rahman Readi mengatakan jika penjagaan di 7 desa yang dilockdown tersebut sudah dijaga dengan pos penjagaan para petugas.

Nikita Mirzani Terdiam Diceramahi Soal Zina, Reaksi Ade Odading Disebut Basi: Orangtua Tujuan Saya

"Di tiap pos itu dijaga oleh petugas, yang melibatkan forkopimcam dan relawan dari 7 desa," singkatnya.

Untuk diketahui, dari 14 desa kecamatan Saronggi yang dilockdown diantaranya desa Saroka, Kebun Dadap Barat, Kebun Dadap Timur, Tanah Merah, Langsar, Tanjung, dan Pagar Batu.

Berdasarkan data Dipendukcapil Sumenep 2019 lalu, jumlah warga di 7 desa yang dilockdown tersebut mencapai sekitar 22 ribu jiwa.

Diantaranya, untuk Desa Saroka sebanyak 2.282 jiwa, desa Tanah Merah ada 3.289 jiwa, kebun dadap baratada 1.721 jiwa, kebun dadap timur ada 3.024 jiwa, Langsar ada 3.040 jiwa, Tanjung ada 3.515 jiwa, Pagar Batu ada 4.951 jiwa.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved