Batik Pamekasan dalam Mahakarya Fesyen Rancangan Desainer Embran Nawawi

Beri perhatian kepada batik Pamekasan, Embran Nawawi memperkenalkan koleksi terbarunya yang diberi tajuk Mahakarya Pamekasan.

TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Koleksi terbaru desainer Embran Nawawi bertajuk Mahakarya Pamekasan, Sabtu (3/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Embran Nawawi, desainer yang membawa batik dalam ajang internasional, kembali mengangkat wastra.

Dalam satu tahun terakhir, desainer kenamaan ini banyak memberikan perhatian kepada batik Pamekasan.

Embran Nawawi turut memperkenalkan koleksi terbarunya yang diberi tajuk Mahakarya Pamekasan.

"Jadi sudah hampir setahun ya saya berkonsentrasi ke batik Pamekasan. Kalau dulu, batik klasik menengah ke bawah saya buat naik level, sekarang batik tulis kelas menengah atas saya buat lebih naik lagi," ungkap Embran Nawawi kepada TribunJatim.com, Sabtu (3/10/2020).

Selama ini, saat batik diangkat menjadi mode, maka akan lari ke etnik yang konsepnya saling tumpang tindih.

"Tapi sekarang sudah menjadi fesyen sehari-hari. Saya rancang dalam berbagai busana, mulai dari ready to wear sampai evening gown," ujar Embran Nawawi.

Hari Batik Nasional, Miss Tourism and Culture Universe 2019 Ajak Anak Muda Cintai Batik Banyuwangi

Dalam momentum perayaan Hari Batik Nasional, Embran Nawawi memperkenalkan empat busana dewasa dan dua anak-anak. Salah satunya masuk dalam koleksi Mystical Elegance of East Java.

Koleksi ini merupakan konsep mode yang diangkat dari lagu ' Lathi ' ciptaan Weird Genius yang booming sampai mendunia.

"Busananya berupa kebaya hitam dengan cutting low neckline dan long skirt batik dengan kesan kuat pada gaya etnik modern," ujar Embran Nawawi.

Dia juga menghadirkan banyak model dengan warna-warna yang beragam lainnya, mulai dari hijau, kuning, jingga, sampai earth tone.

"Cuttingan-nya casual to formal yang dibawa flowing simpel tapi ada elegancy untuk evening gown, baik indoor maupun outdoor," kata Embran Nawawi.

Pentingnya Miliki Brush Makeup, Beauty Enthusiast Nani Kusuma Bagikan Tips Cara Merawatnya

Menariknya lagi, desainer kelahiran 5 Juli 1971 ini juga menggunakan teknik smock. Yakni teknik untuk membuat kerutan-kerutan sehingga menghasilkan motif pada kain.

"Jadi motifnya bisa kelihatan lebih klasik lagi, yang renggang bisa lebih rapat," kata dosen LaSalle College ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved