Pakailah Internet untuk Riset dan Unggah Produk di Media Sosial

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai memukul semua sektor, termasuk sektor IKM dan UMKM. Mereka dituntut tetap bertahan di kehidupan baru adaptif.

Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM
Webinar Pelatihan Pengembangan Produk dan Peningkatan Pemasaran Produk IKM. 

“Ini nanti tengah kami persiapkan serbuk sayur kemasan untuk minuman. Jadi tinggal seduh,” terang Mehdi.

Mehdi menekankan, berdasar pengalaman dia dalam berbinis sayur, ada 11 faktor yang membuat suatu produk bisa unggul.

“Yakni dapat diandalkan, bergaransi, kecepatan, pelayanan, servis mudah didapat, image, keamananan, konsistensi, kenyamanan, kualitas, dan faktor harga,” terangnya.

Semakin banyak fakto-faktor tersebut bisa terpenuhi, akan sebagian bagus bisnis yang dijalankan.

“Kebun sayur ini adalah usaha yang saya jalankan setelah banyak jatuh bangun dengan beragam usaha-usaha yang lain. Intinya jangan menyerah dan terus bersemangat untuk mengembangkan usaha,” tukasnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, Kota Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji, Kota Malang. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Pendampingan Terus Menerus

Wali Kota Malang, Sutiaji, Kota Malang memiliki strategi 5M untuk pemulihan kondisi ekonomi di masa new normal.

Program pemulihan ekonomi Kota Malang ini mencakup Malang beli produk lokal (Malpro), Malang digital service (Maldis), Malang bahagia (Malba), Malang berbagi (Malber), dan Malang herbal (Malherb) .

Khusus untuk Malang beli produk lokal (Malpro), Wali Kota Malang, Sutiaji, mendorong penguatan ekonomi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan industri kecil menengah (IKM) lokal. Malang beli produk lokal mendorong penguatan 'pivoting' pelakuk ekonomi lokal agar bisa bertahan pada masa pandemi dan memfasilitasi digitalisasi UMKM.

“Upaya penguatan UMKM yakni melalui pendampingan perbaikan kualitas produk, permodalan, mencari pasar, dan sertifikasi halal,” ujar Sutiaji.

Diterangkan lebih lanjut, UMKM/IKM harus mulai memahami digital dan cara pemasaran memalui digital. Ini karena penjualan produk melalui daring, malah meningkat di masa pandemi ini.

Sutiaji juga menjelaskan, penguatan UMKM/IKM berupa pendampingan permodalan dilakukan dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

“Dari hulu ke hilir, akan kami tata dengan baik,” terangnya.

Di Kota Malang, tercatat ada 5.267 IKM, dan lebih dari 100.000 UMKM. Sejumlah IKM berusaha bangkit untuk memulai aktivitasnya. Tak sedikit IKM yang gulung tikar, banting setir usaha, atau berusaha pulih dan berdamai dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved