Breaking News:

BPJS Kesehatan Tulungagung

JKN-KIS Sangat Membantu, Sugianto Ingin Program Terus Berlanjut

Sebut JKN-KIS sangat membantu, warga Tulungagung, Sugianto ingin program tersebut bisa terus berlanjut.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Sugianto, warga Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya, 2020. 

TRIBUNJATIM.COM - Sebagai pekerja wiraswasta, memiliki Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS ) meringankan Sugianto (54).

Apalagi di usianya yang tidak muda, kini Sugianto menderita tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun demikian, Sugianto mengaku belum pernah menjalani rawat inap.

“Saya itu punya tensi tinggi, detak jantung berdebar-debar, dan cemas. Kalau rawat inap tidak pernah, jangan sampai,” ujarnya.

Menurut bapak dua anak ini, mendaftar sebagai peserta JKN-KIS bukan berharap untuk sakit, namun untuk saling membantu yang sedang sakit. Sebab bagi yang sedang sakit, program ini sangat membantu.

“Kita ikut BPJS itu kita saling membantu, tidak berharap sakit sebenarnya, maunya sehat. Kalau sakit yang ringan-ringan, ya wajar kalau karena usia. Bagi yang kurang mampu yang membutuhkan, program ini sangat membantu,” ucap Sugianto.

Menjadi peserta JKN-KIS sejak sekitar 4 tahun yang lalu, warga Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, ini mendaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri dengan memilih kelas perawatan kelas 3. Dirinya mengaku iuran JKN-KIS terjangkau.

“Saya rasa iurannya terjangkau, tidak berat ya tidak ringan. Namun bagi yang ekonominya di bawah kasihan sekali, sangat memprihatinkan kalau tidak ada BPJS, kalau sakit pasti sangat memberatkan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Sugianto menyarankan bagi yang belum mendaftar sebagai peserta JKN-KIS agar diniatkan untuk ibadah. Bukan karena sakit atau sehatnya, karena melalui program JKN-KIS bisa bersedekah.

“Ya kita saling membantulah, kita niatkan untuk ibadah. Nanti bisa dapat nilai plus, jadi sehat dapat, membantu orang dapat, jadi kita dapat sedekah. Tapi namanya orang kan kadang-kadang masih ogah-ogahan, kalau sudah sakit baru merasakan. Sering saya kasih tahu teman-teman yang belum ikut, kalau nanti ada apa-apa kita biar agak ringan bebannya,” pungkasnya.

Lebih lanjut Sugianto berharap program pemerintah ini bisa terus berlanjut agar masyarakat yang sakit dan membutuhkan bisa terbantu.

“Mudah-mudahan (program JKN-KIS) bisa berlanjut sampai kapan pun, biar orang-orang yang sangat membutuhkan bisa tercover pemerintah, ada yang membantu,” ucap Sugianto.

Sementara untuk BPJS Kesehatan, Sugianto berharap bisa sukses selalu menjalankan program JKN-KIS.

“Untuk BPJS, mudah-mudahan BPJS selalu eksis. Namanya orang pasti ada pro kontro, kalau saya sangat percaya (BPJS Kesehatan). Biar saya ikut itu jangan sampai saya gunakan untuk berobat. Kalau sekadar check-up wajarlah namanya usia, sakit yang berat jangan sampai lah. Rutin bayar iuran juga. Mudah-mudahan eksis untuk BPJS, sukses selalu,” pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved