MotoGP

Maverick Vinales: MotoGP 2020 Jadi Musim Terburuk dalam Karier Saya

MotoGP 2020 menjadi musim terburuk bagi Maverick Vinales saat berlaga di kelas Premier.

Editor: Taufiqur Rohman
DOK. MOTOGP via BolaSport
Maverick Vinales terjatuh saat balapan MotoGP Republik Ceska di Automotodrom Brno, Minggu (5/8/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - MotoGP 2020 menjadi musim terburuk bagi Maverick Vinales saat berlaga di kelas Premier.

Pembalap Monster Energy Yamaha itu menutup perjalanannya pada MotoGP 2020 di posisi keenam dalam klasemen akhir.

Baca juga: Pengakuan Roy Jones Jr Tersiksa Kena Jotosan Mike Tyson: Semua Terasa Sakit

Baca juga: Keresahan Pelatih Atletico Madrid Jelang Duel Lawan Bayern, Cemas Tunggu Hasil Tes Covid-19 Suarez

Bagi Maverick Vinales, ini merupakan peringkat terendah yang dia dapat dalam klasemen pembalap MotoGP sejak dia memulai debut di kelas premier pada 2015 dengan Suzuki.

Maverick Vinales menilai bahwa MotoGP 2020 menjadi musim terburuk dalam kariernya karena dia berharap bisa merebut gelar juara dunia dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang absen musim ini karena cedera.

Pada musim 2020, pembalap asal Spanyol itu satu kali menjadi juara balapan dan tiga kali naik podium.

Vinales memang menyelamatkan kehormatan dengan menjadi pembalap pabrikan teratas.

"Setidaknya saya memenangkan gelar kecil ini. Itu sesuatu yang positif, tetapi jelas musim 2020 yang sangat buruk. Musim terburuk dalam karier saya. Sulit untuk menerimanya," kata Vinales dilansir dari Crash.

"Bagaimanapun, sekarang saatnya untuk pulang, tetap tenang, dan terserah orang lain untuk khawatir, saya akan berusaha meningkatkan diri saya sendiri," ujar Vinales.

Baca juga: Maling Motor di Surabaya Nyaris Tewas Dihajar Massa, Kepergok Korban dan Diteriaki Maling

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Truk dan Alat Berat Penambang Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Panas

Masalah katup mesin pada balapan perdana MotoGP di Sirkuit Jerez memaksa semua pembalap Yamaha menghabiskan sebagian besar musim hanya dengan 2-3 mesin.

"Jika kami memulai hasil balapan di posisi pertama atau kedua, pasti menjadi balapan yang sama sekali berbeda," kata Vinales.

"Ketika saya sendirian, saya bisa melakukan ritme yang dikendarai Jack (Miller) dan Frankie [Franco Morbidelli] yang finis di posisi kedua dan ketiga (pada balapan GP Portugal)."

Baca juga: Dikenal Bisa Taklukkan Pria, Hanya 1 Sosok Bikin Nikita Mirzani Malu: Cintaku Ditolak, Punya Pacar

Baca juga: Susul Wakilnya Ahmad Riza Patria, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Masalahnya adalah ketika Anda terlibat di tengah (kelompok), Anda selesai. Mereka menyusul Anda di lintasan lurus, Anda harus mengerem dengan sangat keras, bagian ban depan mulai menyerah, jadi semuanya bermasalah," aku Vinales.

Menurut Vinales, dia harus memulai balapan dengan mamacu motor lebih kencang, Jika tidak, dia akan mendapat masalah.

"Sejujurnya, saya hanya ingin mengatakan bahwa empat atau lima balapan telah menjadi bencana total bagi kami. Jadi, kami lihat untuk tahun depan. Saat ini, potensi kami adalah masuk urutan 10 besar," ucap Vinales.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved