Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

Hasil Pilkada Surabaya, Jawaban KPU Atas Rekomendasi Bawaslu Untuk Gelar PSU di TPS 39 Kertajaya

KPU Surabaya membenarkan perihal surat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan coblosan ulang di TPS 39 Kertajaya, Gubeng

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
Ilustrasi Pilkada di Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - KPU Surabaya membenarkan perihal surat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan coblosan ulang di TPS 39 Kertajaya, Gubeng

Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi menyebut, pihaknya bakal melakukan kajian terlebih dahulu atas rekomendasi dari Bawaslu tersebut. 

"Kami harus melakukan pencermatan, kajian, apakah betul bahwa terhadap tiga nama yang menjadi lampiran rekomendasi itu betul-betul tidak masuk di dalam daftar pemilih," kata Nur Syamsi saat dikonfirmasi, Minggu (13/12/2020). 

Baca juga: Hasil Pilkada Surabaya 2020, Bawaslu Rekomendasi Untuk Gelar PSU Di TPS 39 Kertajaya

Nur Syamsi mengatakan, pihaknya juga perlu bertanya terlebih dahulu kepada Bawaslu mengenai hal itu secara jelas. Sebab, pemungutan suara ulang ada mekanismenya sesuai PKPU nomor 18.  

Seperti, surat rekomendasi PSU harus disampaikan maksimal pada dua hari pasca pencoblosan. Sementara surat rekomendasi PSU untuk TPS 39 diterima KPU pada, Sabtu (12/12/2020) malam. 

"Sebagaimana diketahui bahwa rekomendasi itu keluar H+3," ujar Syamsi. 

Hal itulah yang perlu ditanyakan pada Bawaslu. Yaitu terkait aturan lain, sehingga bisa menjadi acuan KPU menggelar PSU di TPS 39. 

"Sehingga bisa menjadi landasan kami, untuk bisa melaksanakan PSU di luar tata cara dan prosedur yang diatur di dalam PKPU 18, itu yang bisa kami lakukan sampai hari ini," terangnya. 

Sebelumnya, Bawaslu Surabaya kembali merekomendasikan untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Pilkada Surabaya 2020. 

Tepatnya di TPS 39, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng yang direkomendasikan untuk coblos ulang. 

Hal itu lantaran di TPS tersebut, didapati terdapat beberapa orang yang mencoblos yang tak terdaftar di DPT serta tak membawa dokumen A5. 

"Yang di Kertajaya ini melanggar pasal 112 angka 2 huruf e," kata Ketua Bawaslu Surabaya M Agil Akbar, Minggu (13/12/2020). 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved