Breaking News:

Jelang Nataru, Disparbud Trenggalek Kembali Ingatkan Penerapanan Prokes di Tempat Wisata

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes)

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Januar
TribunJatim/ Aflahul Abidin
Penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Trenggalek 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di tempat wisata jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2021.

Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto mengatakan, pihaknya akan kembali mengundang para pengelola tempat wisata dalam waktu dekat.

Disparbud akan mempertemukan mereka dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dinas kesehatan, dan kepolisian untuk mengedukasi kembali soal penerapan prokes.

Sebelumnya, dinas juga telah beberapa kali mengundang pengelola wisata untuk menyampaikan hal yang sama.

Keberadaan Satgas Covid-19 dan pihak-pihak lain, kata Sunyoto, akan memberikan pemahaman utuh soal pengutamaan prokes di tempat wisata ketika musim libur akhir tahun nanti.

“Nanti kalau ada yang tidak sesuai prokes, tim Satgas bisa membuyarkan dan memberi sanksi. Kami hanya mengingatkan dan memantau penerapan prokes,” kata Sunyoto, Minggu (13/12/2020).

Pada libur Nataru, Disparbud Trenggalek juga kembali akan menurunkan tim pemantau pelaksanaan prokes di tempat-tempat wisata. Terutama, tempat wisata yang diproyeksikan ramai pengunjung.

Sunyoto menyatakan, jumlah tempat wisata yang buka pada libur Nataru sebanyak 14 lokasi. Jumlah itu masih sama dengan ketika Pemkab Trenggalek pertama kali membuka tempat wisata di masa pandemi pertengahan tahun lalu.

“Masih sama, tidak ada penambahan. Yang kami buka adalah yang mampu menerapkan prokes,” tutur dia.

Aturan main di tempat-tempat wisata juga masih sama. Salah satunya, pembatasan jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas.

Pihaknya memprediksi, akan ada kenaikan jumlah wisatawan di musim libur Nataru mendatang. Namun, lonjakannya diprediksi bakal berbeda dibanding momentum yang sama tahun sebelum.

“Pandemi Covid-19 pasti akan berpengaruh. Tapi patokan kami tetap, pembatasan 50 persen wisatawan di satu lokasi. Kalau nanti ada yang lebih, akan kami alihkan ke tempat wisata lain terdekat,” pungkasnya. (fla)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved