2.325 Personel Polisi Dikerahkan Jaga Pilkades Sidoarjo
ada 2.325 personel polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sidoarjo
Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sedikitnya ada 2.325 personel polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sidoarjo, Minggu (20/12/2020).
Personil sebanyak itu merupakan petugas gabungan dari Polresta Sidoarjo, kiriman dari polres lain, serta petugas BKO dari Polsa Jatim.
"Mulai hari ini mereka diberangkatkan ke masing-masing TPS. Totalnya ada 1.384 TPS dalam pilkades ini," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji seusai apel pasukan, Sabtu (19/12/2020).
Pilkades serentak di Sidoarjo digelar di 175 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Jumlah TPS sangat banyak karena aturan pilkades di masa pandemi, satu TPS maksimal 500 orang pemilih.
Karena Pilkades digelar di tengah situasi pandemi Covid-19, personel polisi bukan hanya menjaga keamanab. Namun petugas juga harus menjaga ditegakannya protokol kesehatan di masyarakat serta para kontestan Pilkades.
TPS juga harus memenuhi SOP protokol kesehatan. Wajib ada tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, cairan hand sanitizer, bilik suara khusus, pengaturan jaga jarak, dan tersedianya APD.
Personel keamanan di TPS Juga diminta jangan segan untuk mengingatkan bahkan menindak siapa saja yang melanggar protokol kesehatan. Dengan memperketat disiplin protokol kesehatan di wilayah-wilayah TPS, diharapkan tidak sampai terjadi klaster baru pada Pilkades serentak 2020 di Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Jelang Libur Nataru, Polres Sidoarjo Gencarkan Operasi Yustisi
Baca juga: Tunggu Anaknya yang Mengarungi Lautan Pakai Galon Sampai di Malang, Sang Ayah: Sini Saja, Jual Cilok
Baca juga: Senin Lusa Kayutangan Heritage di Kota Malang Dibuka, Ini Tahapan Saat Uji Coba
Selain itu, Sumardji juga memerintahkan personelnya untuk bekerja ekstra mengawasi bila ada praktek botoh, perjudian dan permainan uang dalam Pilkades yang terselenggara 20 Desember 2020.
“Satgas Botoh juga personel lainnya bersama perangkat desa dan linmas terus kordinasi dan bekerjasama mengawasi pelanggaran-pelanggaran tersebut. Jangan segan menindak tegas untuk mengamankan para pelanggar,” pesannya kepada TribunJatim.com.
Untuk pemetaan wilayah kerawanan pada Pilkades kali ini, menurutnya sudah dideteksi sejak dini. Yakni ada 28 desa tingkatnya sangat rawan, 56 desa rawan, kemudian ada 89 desa kurang rawan.
Beberapa hari sebelum Pilkades, Polresta Sidoarjo bersama jajaran juga telah melakukan sambang silaturahmi ke para tokoh agama, tokoh masyarakat, para perangkat desa serta mensosialisasikan berbagai himbauan agar pelaksanaan Pilkades serentak 2020 di wilayah Kabupaten Sidoarjo berlangsung aman, damai, sehat dan kondusif.(ufi/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-kapolresta-sidoarjo-kombes-pol-sumardji-saat-mengecek-kesiapan-pasukannya.jpg)