Berdasarkan Hasil Autopsi, Ini Penyebab Kematian Diego Maradona
Hasil autopsi terhadap jasad mendiang Diego Maradona seakan memberikan jawaban atas penyebab dari meninggalnya sang legenda sepak bola Argentina.
TRIBUNJATIM.COM - Hasil autopsi terhadap jasad mendiang Diego Maradona memberikan jawaban atas penyebab dari meninggalnya sang legenda sepak bola Argentina.
Dikutip dari BBC, hasil autopsi terbaru menunjukkan Maradona memiliki masalah pada ginjal, hati, jantung, juga paru-paru.
Baca juga: Rahmad Darmawan Sebut Syahrian Abimanyu Beruntung Direkrut JDT: Punya Kesempatan Berkarier di Eropa
Baca juga: Legenda Persebaya Ini Bermimpi Punya Akademi Sepak Bola di Surabaya
Hasil autopsi mendiang Diego Maradona, dipublikasikan secara luas pada Rabu (23/12/2020) waktu setempat.
Hal-hal penting terungkap dalam pemeriksaan ini adalah tidak ditemukan jejak konsumsi alkohol ataupun narkotika dalam urine atau darah sebelum kematiannya.
Seperti diketahui, Maradona semasa hidupnya memang pernah mengalami kecanduan terhadap zat terlarang itu.
Baca juga: Hasil Drawing Semifinal Piala Liga Inggris - Tercipta Derbi Manchester, Spurs Jumpa Lawan Enteng
Baca juga: Hasil Piala Liga Inggris - Spurs dan Manchester United Kompak Melaju ke Semifinal
Namun, analisis toksikologi berdasarkan laporan France 24 menunjukkan bukti Maradona mengonsumsi obat anti-depresan, anti-psikotik, dan beberapa obat-obatan lainnya buat meringankan gejala-gejala tertentu, termasuk kejang-kejang.
Sebelumnya, autopsi pertama menemukan bukti Maradona menderita cairan berlebih di paru-paru serta otot jantungnya kesulitan memompa darah.
Akibatnya, jantungnya dua kali lebih besar dari ukuran normal