Razia di Perbatasan Trenggalek, Puluhan Orang Terjaring Jalani Rapid Test Antigen
Petugas gabungan dari pemkab, kepolisian, dan TNI menggelar razia di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Kamis (24/12/2020).
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Petugas gabungan dari pemkab, kepolisian, dan TNI menggelar razia di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Kamis (24/12/2020).
Razia menyasar warga yang masuk ke Trenggalek menaiki kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.
Mereka yang terjaring razia didata dan diminta untuk menjalai rapid test antigen di Puskesmas Baruharjo.
Pengamatan Surya, ada puluhan orang yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut.
Satu demi satu dari mereka antre di tempat pelaksanaan rapid test antigen.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin turut meninjau pelaksanaan operasi gabungan di hari pertama itu.
Ia mengatakan, pihaknya ingin meminimalisir risiko penularan Covid-19 dengan menggelar rapid test antigen secara acak bagi mereka yang masuk ke Trenggalek.
"Utamanya yang memiliki tujuan menetap di Kabupaten Trenggalek selama libur Natal dan tahun baru," kata Mas Ipin kepada TribunJatim.com.
Hingga siang hari, terang dia, sudah ada sekitar 20 orang yang hasil rapid test antigennya keluar. Sebanyak 17 orang hasilnya nonreaktif.
"Yang tiga masih menunggu hasil. Juga ada beberapa orang yang masih antre rapid test antigen," ucap dia kepada TribunJatim.com.
Apabila nantinya ada orang yang hasil rapid test antigennya reaktif, petugas gabungan akan menggambil beberapa langkah.
Baca juga: Daftar Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan, Keluaran Tahun 2000-an, Ada Kijang Innova hingga Toyota Yaris
Baca juga: Kamar Kos di Ponorogo Disewakan Lagi Penghuninya Short Time, Pelajar SMA Jadi Pelanggan
Baca juga: Atta Curhat ke Yuni Shara Setelah Isu Putus dengan Aurel, Kakak KD: Laki-laki yang Dipegang Mulutnya
"Kalau mereka naik kendaraan umum, harus kami karantina. Harus kami pisahkan dengan pengguna kendaraan umum lainnya," terang Mas Ipin.
Sementara apabila orang yang reaktif rapid test antigen itu menaiki kendaraan pribadi, pihaknya akan mempertimbangkan untuk meminta mereka isolasi mandiri di rumah secara aman.
"Atau kalu tidak bisa (isolasi mandiri secara aman), kami isolasi di sini juga," tutur dia.
Tempat isolasi yang akan dipakai adalah asrama Covid-19 yang saat ini telah ada. Salah satunya belasan ruangan Puskesmas Baruharjo.
Razia semacam ini akan berlangsung hingga 4 Januari 2020. Selain di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, operasi gabungan juga akan digelar di perbatasan Trenggalek-Ponorogo.
"Ini fase pertama. Per kelompok target kami 50 orang (jalani rapid test antigen). Total kami menyediakan antara 3.000 sampai 5.000 alat rapid test antigen," terangnya.
Nantinya, hasil razia akan menjadi salah satu tolok ukur pengambilan kebijakan baru untuk meminimalisir risiko penularan virus corona.
"Kita lihat, satu-dua hari berapa persentase antara sampling dan yang reaktif. Kalau besar, kami akan gencarkan rapid test antigen atau bahkan mungkin kembali seperti fase awal Covid-19, kami berlakukan pembatasan wilayah," tutur dia.
Salah satu warga yang terjaring dalam razia, Hasan Bisri, mengaku kaget ketika harus menjalani rapid test antigen.
Namun, orang yang berpergian dari Tulungagung ke Trenggalek itu bersyukur hasil dari pemeriksaan itu nonreaktif.
"Saya senang karena bisa tahu keadaaan kesehatan saya," terangnya. (fla/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-trenggalek-puluhan-orang-yang-terjaring-operasi-gabungan-trenggalek-tulungagung.jpg)