Breaking News:

Arema FC

GM Arema FC Sebut 2020 Jadi Tahun Terberat: Singo Edan Berada di Titik Nadir

Musim kompetisi 2020 nampaknya menjadi mimpi buruk bagi seluruh klub sepak bola di Indonesia, tak terkecuali Arema FC.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Taufiqur Rohman
aremafc.com via Surya Malang
Logo Arema FC 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Musim kompetisi 2020 nampaknya menjadi mimpi buruk bagi seluruh klub sepak bola di Indonesia, tak terkecuali Arema FC.

Pasalnya ditahun ini, pandemi Covid-19 benar-benar membuat kompetisi seakan mati suri hampir setahun lamanya, sejak Maret hingga kini.

Baca juga: Syarat Mustahil Bagi UFC Jika Ingin Melihat Khabib Nurmagomedov Bertarung Lagi

Baca juga: Singkirkan Lionel Messi dan Mohamed Salah, Cristiano Ronaldo Resmi Jadi Pemain Terbaik Abad 21

Selain membuat kompetisi ditunda hingga tak tahu kapan akan kembali digelar, mandeknya kompetisi juga membuat seluruh klub merugi.

Bahkan dengan lugas manajemen Arema FC menilai, tahun ini jadi tahun terberat bagi klubnya, karena banyak menelan kerugian.

"Tahun 2020 ini bisa dibilang titik nadir. Selama saya ngurus bola, ini masa yang paling berat dan sangat berat. Tahun yang bisa dibilang terjun bebas."

"Khususnya soal aspek finansial, karena tidak ada pemasukan, tapi kami dituntut harus mengeluarkan dana terus untuk membayar pemain dan pelatih. Sehingga dengan terpaksa kami harus pakai uang owner," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Kemas 15 Gol untuk Inter Milan, Lukaku Sebut Dirinya Masuk dalam Jajaran 5 Striker Top Dunia

Baca juga: Piala Dunia U-20 2021 Resmi Ditunda, Bagaimana Nasib Piala Asia U-19?

Bahkan Ruddy menilai, tahun ini lebih 'rekoso' dibanding tahun 2015 silam ketika Arema dan Persebaya tak direkomendasikan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015, karena terjadi dualisme.

"Oke 2015 kami di suspend, tapi kan kami masih bisa ngamen sana ngamen sini, undangan masih banyak. Tapi kalau sekarang karena pandemi ini susah. Semua kena dampaknya, susah pokoknya," ujarnya.

Pihaknya berharap awal tahun 2021 ada kabar baik soal lanjutan kompetisi di Indonesia.

"Mudah-mudahan awal tahun nanti sepak bola bergulir kembali. Meskipun bukan berupa kompetisi, paling tidak ada turnamen yang memperlihatkan sepak bola ini masih ada," jelas pria asal Madiun itu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved